Rahasia Emas Atletik Indonesia Terungkap! Kenya Kunci Sukses?

Santoso

Santoso

Rahasia Emas Atletik Indonesia Terungkap! Kenya Kunci Sukses?

SportsZam – Atletik Indonesia kini tengah menikmati momentum kebangkitan yang luar biasa, berkat serangkaian prestasi gemilang di penghujung tahun lalu. Mengambil pelajaran dari kesuksesan tersebut, Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) siap kembali mengukir sejarah dengan mengirimkan para talenta terbaiknya ke Kenya. Langkah strategis ini merupakan bagian integral dari persiapan matang menuju Asian Games 2026 yang akan dihelat di Aichi-Nagoya, Jepang.

Keputusan untuk kembali menjejakkan kaki di "Negeri Pelari" ini bukan tanpa dasar. Program training camp (TC) sebelumnya di Kenya terbukti menjadi katalisator instan bagi performa atlet. Di ajang SEA Games Thailand 2025 Desember silam, kontingen atletik Merah Putih tampil menggemparkan, sukses menyabet 9 medali emas, jauh melampaui target ambisius 7 emas yang ditetapkan sebelumnya. Dua nama yang paling bersinar, Odekta Elvina Naibaho dan Robi Syianturi, adalah bukti nyata keampuhan program ini. Keduanya berhasil naik podium tertinggi setelah digembleng selama tiga bulan di dataran tinggi Kenya.

Rahasia Emas Atletik Indonesia Terungkap! Kenya Kunci Sukses?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Strategi Jitu di Negeri Pelari

Melihat hasil yang memuaskan, PB PASI tak ragu menjadikan TC luar negeri sebagai pilar utama dalam kerangka Pelatnas ke depan, terutama untuk menghadapi tantangan besar di Asian Games 2026 yang dijadwalkan pada 19 September hingga 4 Oktober. Kepala Bidang Pembinaan PB PASI, Mustara Musa, menegaskan komitmen ini kepada SportsZam pada Sabtu (3/1/2026).

"Konsep training camp, sesuai arahan pimpinan, akan kembali dilakukan dan menjadi bagian dari konsep Pelatnas ke depan," ujar Mustara, menggarisbawahi pentingnya investasi pada pengembangan atlet.

Fokus Jarak Jauh: Kembali ke Ketinggian Kenya

Mustara menjelaskan bahwa Kenya tetap menjadi pilihan utama yang tak tergantikan untuk menempa fisik dan mental atlet di nomor-nomor spesifik yang membutuhkan daya tahan dan kekuatan prima.

"Untuk nomor long distance, middle distance, dan maraton akan ditindaklanjuti di Kenya. Sementara untuk nomor sprinter, kami masih mencari alternatif," tambahnya. Iklim dan ketinggian Kenya memang dikenal ideal untuk membangun stamina dan kecepatan bagi pelari jarak jauh, menjadikannya ‘kawah candradimuka’ yang sempurna.

Misi Berat di Aichi-Nagoya 2026

Asian Games 2026 akan menjadi panggung pembuktian bagi atletik Indonesia. Persaingan di level Asia jauh lebih ketat, dengan dominasi negara-negara seperti Tiongkok, Jepang, dan Qatar yang memiliki tradisi kuat di berbagai nomor atletik. Keberhasilan di SEA Games adalah langkah awal, namun tantangan sesungguhnya menanti di Aichi-Nagoya.

Dilema Sprinter: Mencari Arena Latihan Ideal

Di sisi lain, PB PASI juga memiliki catatan sukses dalam mengirimkan atlet lari jarak pendek (sprint) ke Jepang. Hasilnya pun tak kalah membanggakan; Dina Aulia (lari gawang 100 meter) sukses menyabet emas, sementara sprinter andalan Lalu Muhammad Zohri meraih medali perak di nomor bergengsi lari 100 meter.

Namun, untuk persiapan Asian Games 2026, lokasi TC yang paling pas bagi para sprinter agar bisa bersaing dengan pelari-pelari top dari Tiongkok dan Jepang masih menjadi pekerjaan rumah. PB PASI tengah menggodok opsi terbaik untuk memastikan para sprinter mendapatkan fasilitas dan program latihan yang optimal.

"Kami belum menetapkan secara detail (untuk lokasi sprinter), masih digodok bersama PB," tutup Mustara, menunjukkan bahwa setiap keputusan diambil dengan pertimbangan matang demi prestasi maksimal.

Tabel: Performa Atlet Unggulan Pasca-TC (SEA Games 2025)

Nama Atlet Nomor Lomba Medali Lokasi TC Pra-SEA Games
Odekta Elvina Naibaho Lari Jarak Jauh Emas Kenya
Robi Syianturi Lari Jarak Jauh Emas Kenya
Dina Aulia Lari Gawang 100m Emas Jepang
Lalu Muhammad Zohri Lari 100m Perak Jepang

Baca Juga

gnews

Tags

Tinggalkan komentar