SportsZam – Fenomena baru MotoGP, Pedro Acosta, ternyata memiliki ambisi besar yang melampaui sekadar mengejar podium. Pebalap muda berbakat asal Spanyol ini mengungkapkan keinginan kuatnya untuk menyerap ilmu sebanyak mungkin dari sang legenda, Marc Marquez, saat mereka akan menjadi rekan setim di kubu Ducati pada masa mendatang.
Kepindahan Acosta ke tim pabrikan Ducati yang dijadwalkan pada musim 2027 dan 2028 menjadi sorotan utama. Bagi Acosta, berada di lingkungan yang sama dengan Marquez adalah kesempatan emas yang tidak datang dua kali.

Belajar dari Sang Maestro Sebelum Pensiun
Acosta menyadari betul bahwa karier Marc Marquez sudah berada di fase yang sangat matang. Ia melihat adanya urgensi untuk belajar langsung dari sang juara dunia sebelum sang maestro memutuskan untuk gantung helm.
"Ini adalah kesempatan terakhir, atau salah satu kesempatan terakhir, bagi pebalap muda untuk belajar darinya sebelum dia pensiun," ungkap Acosta kepada media Spanyol, AS.
Bagi Acosta, pengalaman panjang yang dimiliki Marquez adalah "perpustakaan berjalan" yang sangat berharga untuk mempercepat proses pendewasaannya di kasta tertinggi balap motor dunia.
Fokus Adaptasi di Tim Pabrikan Ducati
Meski sangat antusias belajar dari Marquez, Acosta menegaskan bahwa ia tidak ingin terburu-buru terjebak dalam persaingan panas di lintasan. Ia sadar betul bahwa pindah dari KTM ke Ducati memerlukan penyesuaian teknis yang signifikan.
Setelah menghabiskan enam tahun di bawah naungan KTM, Acosta kini harus memulai segalanya dari nol di lingkungan kerja yang baru. Ia ingin memahami setiap detail operasional dan cara kerja tim pabrikan Ducati sebelum benar-benar fokus pada persaingan gelar juara.
Berikut adalah poin-poin rencana pengembangan karier Acosta di Ducati:
| Tahapan | Fokus Utama | Tujuan |
|---|---|---|
| Fase 1 | Adaptasi Tim | Memahami operasional dan budaya kerja Ducati |
| Fase 2 | Observasi Teknis | Mempelajari cara kerja mesin dan pengembangan motor |
| Fase 3 | Transfer Ilmu | Menyerap pengalaman dan mentalitas Marc Marquez |
"Tujuan utama saya adalah memahami bagaimana tim bekerja dan bagaimana mereka menjalankan semuanya. Setelah enam tahun bersama KTM, saya sudah memahami cara kerja KTM, tetapi saya belum tahu bagaimana semuanya akan berjalan di sana," jelas pebalap yang dijuluki The Rookie ini.
Acosta berkomitmen untuk menjalani proses adaptasi secara perlahan namun pasti. Baginya, menjadi bagian dari Ducati bukan hanya soal prestise membela tim pabrikan, melainkan sebuah sekolah kelas dunia untuk membentuk dirinya menjadi pembalap yang lebih tangguh di masa depan.






































