<a>SportsZam – Kemeriahan Gala Ballon d’Or 2026 di London yang seharusnya menjadi panggung perayaan sepak bola dunia, justru diwarnai dengan momen emosional yang tak terduga. Di tengah sorotan lampu panggung yang dipandu oleh legenda Thierry Henry dan Kate Scott, sebuah wajah muncul di layar raksasa di belakang podium. Bukan pemain bintang, melainkan seorang jurnalis bernama Christophe Gleizes.
Munculnya wajah Gleizes disertai dengan pesan kuat bertuliskan #FreeGleize, yang seketika mengubah suasana pesta menjadi momen solidaritas kemanusiaan dan kebebasan pers.

Siapa Sebenarnya Christophe Gleizes?
Christophe Gleizes bukanlah atlet profesional, melainkan seorang jurnalis olahraga ternama asal Prancis yang berkontribusi untuk majalah So Foot dan Society. Ia menjadi pusat perhatian dunia setelah ditahan oleh otoritas Aljazair selama lebih dari satu tahun terakhir.
Pihak penyelenggara, France Football, mengambil langkah berani dengan mendedikasikan sebagian seremoni ini untuk menghormati profesi rekan sejawat mereka. "Keluarga besar Ballon d’Or France Football ingin menggunakan kesempatan ini untuk mendedikasikan upacara ini kepada Christophe Gleizes," ujar Kate Scott didampingi Thierry Henry di atas panggung.
Kronologi Penahanan dan Tuduhan Berat
Kasus yang menjerat Gleizes bermula pada Mei 2024. Saat itu, ia bertolak ke Aljazair dengan misi meliput klub Jeunesse Sportive de Kabylie (JSK) yang berbasis di Tizi Ouzou, wilayah Kabylie. Wilayah ini dikenal sebagai basis etnis Amazigh yang memiliki dinamika politik kompleks dengan pemerintah pusat Aljazair.
Berikut adalah ringkasan fakta terkait kasus Christophe Gleizes:
| Detail Informasi | Keterangan |
|---|---|
| Profesi | Jurnalis Olahraga (So Foot & Society) |
| Lokasi Penahanan | Aljazair |
| Durasi Penahanan | 1 Tahun, 3 Bulan, 27 Hari (hingga saat ini) |
| Tuduhan Utama | Apologi terorisme & membahayakan keamanan nasional |
| Pemicu Masalah | Liputan di wilayah Kabylie & keterkaitan dengan tokoh JSK |
Gleizes dituduh melakukan tindakan yang dianggap mengancam keamanan nasional Aljazair karena kedekatannya dengan pejabat klub JSK yang terafiliasi dengan Gerakan Penentuan Nasib Sendiri Kabylie (MAK)—sebuah organisasi yang telah dikategorikan sebagai kelompok teroris oleh Aljazair sejak 2021.
Meskipun Gleizes telah mengakui adanya kekeliruan administratif terkait penggunaan visa turis alih-alih visa jurnalis, pihak jaksa penuntut tetap menjeratnya dengan tuduhan pelanggaran hukum yang berat.
Gelombang Solidaritas dari Dunia Sepak Bola
Dukungan terhadap pembebasan Gleizes tidak hanya datang dari rekan sesama jurnalis, tetapi juga merambah ke tokoh-tokoh besar sepak bola dunia. Legenda Prancis, Zinedine Zidane, tercatat pernah menyuarakan desakan agar Gleizes segera dibebaskan. Bahkan, pada ajang Piala Dunia 2026 lalu, para jurnalis Prancis secara simbolis mengibarkan syal #FreeGleizes sebagai bentuk protes.
Sebagai bentuk aksi nyata, organisasi Reporter Without Borders (RSF) berencana menggelar pertandingan sepak bola solidaritas pada 11 November mendatang. Pertandingan ini digelar untuk memperingati hari ke-500 penahanan Gleizes dan akan dimeriahkan oleh mantan bintang timnas Prancis, Robert Pirès dan Vikash Dhorasoo.
Setelah momen haru tersebut, Gala Ballon d’Or 2026 berlanjut dengan pengumuman pemenang utama. Harry Kane berhasil mengamankan trofi emas pria, sementara di kategori wanita, Alexia Putellas kembali menunjukkan dominasinya dengan menyabet trofi Ballon d’Or ketiganya.






































