SportsZam – Vokalis legendaris Oasis, Liam Gallagher, kembali pasang badan untuk klub kesayangannya, Manchester City. Di tengah badai tuduhan pelanggaran finansial yang menerpa The Citizens, pria berusia 54 tahun ini justru melontarkan kritik tajam kepada rival-rival besar Premier League.
Melalui unggahan provokatif di akun X miliknya, Gallagher secara terang-terangan menuding Arsenal, Manchester United, dan Liverpool sebagai pihak yang sebenarnya melakukan praktik korup demi menghalangi dominasi tim lain.

Pembelaan Ekstrem Liam Gallagher
Bagi Gallagher, kebencian yang saat ini diarahkan kepada Manchester City dianggap salah sasaran. Ia menilai klub-klub besar lainnya justru sedang berusaha melakukan manuver untuk menjaga status mereka di puncak klasemen dengan cara yang tidak sehat.
Dalam cuitannya, Gallagher menggunakan metafora yang cukup ekstrem untuk menggambarkan posisinya. Ia menyebut Manchester City seolah-olah menjadi "martir" dalam sepak bola Inggris.
"Semua kebencian yang ditujukan kepada Man City dari klub-klub lain seharusnya ditujukan kepada Arsenal, Man Utd, dan Liverpool. Merekalah yang korup dan berusaha menghalangi tim lain meraih gelar, bukan Man City. Man City justru berusaha membantu kalian semua, layaknya Yesus yang rela mati di kayu salib," tulis Gallagher dengan nada sarkastik.
Menakar Ancaman Sanksi Manchester City
Polemik ini bermula ketika Premier League mengumumkan adanya dugaan 115 pelanggaran aturan keuangan yang diduga terjadi dalam rentang waktu 2009 hingga 2018. Salah satu poin krusial yang disorot adalah dugaan penggelembungan nilai sponsor untuk menutupi suntikan dana pemilik yang mencapai angka fantastis.
Meskipun pihak Manchester City bersikeras membantah seluruh tuduhan tersebut dan menyatakan siap menghadapi proses investigasi, bayang-bayang sanksi berat tetap menghantui klub berjuluk The Citizens tersebut.
Berikut adalah ringkasan potensi sanksi yang dihadapi Manchester City jika terbukti bersalah dalam investigasi ini:
| Jenis Sanksi | Deskripsi Dampak |
|---|---|
| Pengurangan Poin | Pemotongan poin signifikan di klasemen Premier League. |
| Denda Finansial | Kewajiban membayar denda dalam jumlah besar kepada liga. |
| Larangan Transfer | Pembatasan aktivitas belanja pemain di bursa transfer. |
| Degradasi | Risiko penurunan kasta ke divisi Championship. |
| Pencabutan Gelar | Penghapusan trofi yang dimenangkan selama periode pelanggaran. |
Hingga saat ini, proses hukum dan investigasi masih terus berjalan. Banyak pihak, termasuk para penggemar sepak bola, mendesak agar otoritas Premier League segera menuntaskan kasus ini sebelum musim kompetisi berakhir guna menjaga kepastian integritas liga.






































