SportsZam – Gelanggang bulutangkis Ichinomiya City Municipal Gymnasium di Jepang menjadi saksi bisu pertarungan sengit di final beregu putra Asian Games 2026, Kamis (24/9). Tim Merah Putih, yang sempat tertinggal 0-2 dari rival abadi China, kini bisa bernapas lega berkat penampilan heroik tunggal putra muda, Alwi Farhan. Kemenangan krusial Alwi atas Li Shifeng berhasil memperkecil kedudukan menjadi 1-2, menghidupkan kembali bara harapan bagi kontingen Indonesia dalam perburuan medali emas.
Pertarungan Sengit di Partai Penentu Awal

Sebelum Alwi Farhan turun gelanggang, atmosfer di Ichinomiya City Municipal Gymnasium sudah dipenuhi ketegangan. Dua partai awal menjadi pukulan telak bagi skuad Garuda. Jonatan Christie, andalan di tunggal putra pertama, harus mengakui keunggulan lawannya dari China. Tak lama berselang, ganda putra kebanggaan, Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto (Fajar/Fikri), juga tak mampu membendung dominasi pasangan China di partai kedua.
Misi Mustahil Alwi Farhan: Menghidupkan Kembali Asa
Kedudukan 0-2 di papan skor menempatkan Indonesia di ujung tanduk. Semua mata tertuju pada Alwi Farhan, tunggal putra ketiga yang memikul beban berat. Melawan Li Shifeng, Alwi bukan hanya bertarung untuk dirinya sendiri, melainkan untuk menjaga asa seluruh tim dan jutaan penggemar bulutangkis di Tanah Air. Kemenangan adalah harga mati untuk memperpanjang napas Merah Putih di final bergengsi ini.
Gim Pertama: Drama Penuh Ketegangan, Alwi Bangkit!
Partai ketiga dibuka dengan Alwi Farhan yang langsung tancap gas, unggul 3-1. Namun, Li Shifeng, yang dikenal dengan ketenangannya, tak tinggal diam dan berhasil membalikkan keadaan menjadi 8-7. Pertarungan sengit tak terhindarkan, setiap poin diperebutkan dengan gigih. Alwi sempat tertinggal di interval 8-11 setelah smash tajam Li tak mampu diantisipasi.
Namun, semangat juang Alwi tak padam. Dengan determinasi tinggi, ia perlahan mengejar dan bahkan memimpin 15-12, mencetak tujuh poin beruntun yang memukau. Drama kembali memuncak saat Li menyamakan kedudukan 16-16. Alwi sempat mencapai game point 20-18, namun Li berhasil menyamakan lagi 20-20. Dalam situasi krusial ini, Alwi menunjukkan mental baja, mengamankan gim pertama dengan skor tipis 23-21 setelah netting Li Shifeng gagal menyeberang. Sorak sorai penonton pecah, menandai awal kebangkitan.
Li Shifeng Membalas di Gim Kedua
Memasuki gim kedua, intensitas pertandingan tidak menurun. Li Shifeng mengambil inisiatif lebih dulu, memimpin 8-6. Alwi mencoba mengejar dan berhasil menyamakan kedudukan 10-10, namun kesalahan kecil berupa pukulan yang membentur net sendiri membuat ia kembali tertinggal tipis 10-11 di interval.
Momentum berpihak pada Li. Pemain China itu semakin menjauh dengan skor 14-10, dan terus menjaga keunggulan dua hingga tiga poin. Dengan permainan yang solid dan minim kesalahan, Li Shifeng berhasil mengamankan gim kedua dengan skor 21-15, memaksa pertandingan berlanjut ke rubber game yang menegangkan.
Gim Penentuan: Mental Juara Alwi Tak Terbendung
Gim ketiga, yang menjadi penentu nasib, dimulai dengan Alwi yang kembali menunjukkan agresivitasnya, unggul 4-2. Li Shifeng sempat membalas dan berbalik unggul 5-4, namun Alwi tak membiarkannya berlama-lama. Dengan permainan cepat dan akurat, Alwi kembali memimpin 8-6 dan berhasil mengamankan interval dengan keunggulan signifikan 11-7.
Setelah interval, Alwi terus menjaga ritme dan keunggulannya, memimpin 13-10. Ia dengan cerdik meladeni setiap pukulan kombinasi Li, menjaga jarak dan terus menjauh hingga 18-13. Kepercayaan diri Alwi memuncak, dan ia akhirnya mencapai match point pada kedudukan 20-15. Sebuah smash keras nan mematikan dari Alwi Farhan tak mampu dikembalikan oleh Li Shifeng, mengakhiri pertandingan dengan kemenangan 21-16 untuk Alwi. Kemenangan ini disambut riuh rendah tepuk tangan, mengukuhkan Alwi sebagai penyelamat asa Indonesia.
Berikut adalah detail skor pertandingan Alwi Farhan vs Li Shifeng:
| Pemain | Gim 1 | Gim 2 | Gim 3 |
|---|---|---|---|
| Alwi Farhan (INA) | 23 | 15 | 21 |
| Li Shifeng (CHN) | 21 | 21 | 16 |
Peta Jalan Indonesia Setelah Kemenangan Alwi
Kemenangan dramatis Alwi Farhan ini bukan hanya sekadar satu poin, melainkan suntikan moral yang luar biasa bagi tim beregu putra Indonesia. Dengan kedudukan kini 1-2, asa untuk membalikkan keadaan dan meraih medali emas Asian Games 2026 masih terbuka lebar. Dua partai tersisa akan menjadi penentu, dan semangat juang yang ditunjukkan Alwi diharapkan menular kepada rekan-rekan setimnya. Pertarungan belum usai, dan Indonesia siap memberikan perlawanan terbaik hingga titik darah penghabisan.






































