SportsZam – Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, memberikan dukungan penuh terhadap wacana pemberian sanksi bagi pemain yang menutup mulut saat berbicara di lapangan. Langkah ini dianggap penting untuk memerangi rasisme yang semakin meresahkan di dunia sepak bola.
Rasisme Hantui Liga Champions

Kasus dugaan rasisme kembali mencuat dalam laga leg pertama babak 16 besar Liga Champions antara Benfica dan Real Madrid. Gianluca Prestianni dituduh melontarkan ejekan bernada rasisme kepada Vinicius Junior. UEFA saat ini tengah melakukan investigasi mendalam terkait insiden tersebut.
Sulitnya Pembuktian
Proses penyelidikan kasus ini diyakini akan menemui jalan terjal. Minimnya bukti konkret, selain pengakuan dan kesaksian pihak terkait, menjadi kendala utama. Prestianni sendiri diduga sengaja menutupi mulutnya dengan jersey saat insiden terjadi, mempersulit pembacaan gerak bibir.
Dukungan Penuh untuk Vinicius
Courtois menegaskan dukungan penuh timnya kepada Vinicius Junior yang kerap menjadi sasaran pelecehan rasis. "Kami 100 persen mendukung Vinicius, yang telah banyak menderita akibat pelecehan ras ini," ujarnya.
Tabel Kasus Rasisme Terkini
Berikut adalah tabel yang merangkum kasus rasisme yang terjadi baru-baru ini di dunia sepak bola:
| Tanggal | Pertandingan | Terduga Pelaku | Korban | Status Penyelidikan |
|---|---|---|---|---|
| 15 Feb 2026 | Benfica vs Real Madrid (Liga Champions) | Gianluca Prestianni | Vinicius Junior | Dalam Investigasi |
| 20 Jan 2026 | Pertandingan Liga Italia | Oknum Suporter | Pemain Kulit Hitam | Dalam Investigasi |
Langkah Konkret Dibutuhkan
Courtois berharap UEFA dan lembaga terkait dapat mengambil tindakan tegas untuk memberantas rasisme dari sepak bola. "Terserah UEFA dan lembaga-lembaga terkait untuk bertindak," pungkasnya.





