SportsZam – Atmosfer panas Derby Madrid tak hanya berhenti di lapangan hijau. Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, dengan tegas melontarkan kritik pedas kepada Jose Mourinho, juru taktik Real Madrid, menyusul komentar kontroversialnya mengenai kinerja wasit. Simeone menekankan pentingnya menghormati keputusan pengadil lapangan, sebuah pesan yang ditujukan langsung kepada "The Special One" setelah kekalahan 2-1 El Real.
Panasnya Derby Madrid dan Kontroversi Wasit

Pertandingan sengit di Metropolitano pada Minggu (20/9/2026) berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Atletico Madrid. Gol penalti Alejandro Grimaldo dan torehan Jonathan David memastikan tiga poin krusial bagi Los Rojiblancos, sementara Real Madrid hanya mampu membalas lewat Antonio Rüdiger. Momen krusial yang turut mewarnai jalannya laga terjadi di menit ke-54 ketika bek muda Madrid, Dean Huijsen, diganjar kartu merah. Huijsen diusir keluar lapangan karena menjegal Giuliano Simeone sebagai pemain terakhir di pertahanan El Real, sebuah keputusan yang memicu perdebatan.
Amarah Mourinho yang Meledak
Jose Mourinho, pelatih Real Madrid, terang-terangan menyatakan ketidakpuasannya terhadap wasit Miguel Angel Ortiz dan intervensi VAR. Mourinho merasa bahwa dua pemain Atletico, Cristian Romero dan Lee Kang-in, seharusnya juga mendapatkan kartu merah. Romero sempat dikartu merah oleh Ortiz usai menginjak Jude Bellingham, namun keputusan itu diubah menjadi kartu kuning setelah tinjauan VAR. Sementara itu, Lee Kang-in lolos dari hukuman berat setelah menerjang pergelangan kaki Federico Valverde tanpa diganjar kartu merah.
Dalam konferensi pers pasca-laga, Mourinho tak segan melabeli Ortiz sebagai "wasit yang tidak berpengalaman memimpin derby" dan "wasit buruk yang cuma pernah memimpin laga-laga kecil," seperti dikutip dari Marca. Pernyataan ini jelas menunjukkan kekecewaan mendalam sang pelatih terhadap kepemimpinan wasit di laga krusial tersebut.
Respons Tegas Diego Simeone
Mendengar pernyataan Mourinho yang begitu blak-blakan, Diego Simeone menyayangkan sikap koleganya. "Itu adalah momen-momen dalam pertandingan. Terkadang menguntungkan Anda, terkadang merugikan Anda," ujar Simeone, menekankan bahwa keputusan wasit adalah bagian tak terpisahkan dari sepak bola dan bisa berpihak pada siapa saja. Ia juga menyebut bahwa Ketua Badan Wasit telah menjelaskan bahwa pelanggaran yang dilakukan Cristian Romero bukanlah pelanggaran yang layak diganjar kartu merah.
Namun, poin utama yang ingin disampaikan Simeone adalah tentang integritas dan rasa hormat terhadap profesi wasit. "Yang saya pahami adalah soal rasa hormat terhadap wasit… Saya rasa kita harus menjaganya, karena jika tidak, segalanya akan runtuh. Tidak semua hal bisa dibenarkan begitu saja, bahkan jika nama Anda Mourinho," tegasnya, memberikan pukulan telak yang menyiratkan bahwa reputasi besar sekalipun tidak membenarkan perilaku tidak hormat terhadap pengadil lapangan.
Implikasi di Klasemen LaLiga
Kemenangan dramatis di Derby Madrid ini membawa Atletico Madrid melesat ke posisi kedua klasemen LaLiga dengan 16 poin. Mereka kini unggul satu angka dari Real Madrid yang harus puas tertahan di peringkat keempat setelah kekalahan ini. Hasil ini tentu memberikan dorongan moral bagi pasukan Simeone dalam persaingan ketat di papan atas LaLiga.
| Posisi | Tim | Poin |
|---|---|---|
| 2 | Atletico Madrid | 16 |
| 4 | Real Madrid | 15 |






































