SportsZam – Drama terjadi di Allianz Stadium saat Juventus harus puas berbagi angka dengan Rennes dalam lanjutan Liga Europa musim 2026/2027, Kamis (22/10/2026) malam WIB. Meski sempat memimpin lebih awal, skuat Bianconeri gagal mengamankan poin penuh setelah Rennes sukses membalikkan keadaan.
Pertandingan berjalan sengit sejak menit awal. Juventus sebenarnya tampil dominan dengan menguasai permainan, namun kurang klinis di depan gawang. Gol cepat Zeki Celik pada menit ke-5 sempat membuat publik Turin bersorak, namun kegagalan pertahanan tuan rumah membuat Rennes mampu menyamakan kedudukan melalui aksi Musa Al-Taamari dan penalti Boulaye Dia.

Dominasi Juventus Berujung Hasil Imbang
Juventus sempat bernapas lega setelah Nick Woltemade mengonversi penalti di menit ke-67 untuk menyelamatkan tim dari kekalahan. Namun, hasil imbang 2-2 ini membuat Juventus tertahan di peringkat ketujuh klasemen sementara dengan koleksi tujuh poin dari tiga pertandingan.
Kiper Juventus, Guglielmo Vicario, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya usai laga usai. Menurutnya, timnya seharusnya bisa pulang dengan kemenangan mengingat intensitas serangan yang mereka bangun sepanjang laga.
Statistik Pertandingan: Juventus vs Rennes
Untuk melihat sejauh mana dominasi yang gagal dikonversi menjadi kemenangan, berikut adalah statistik kunci dalam pertandingan tersebut:
| Statistik | Juventus | Rennes |
|---|---|---|
| Penguasaan Bola | 52% | 43% |
| Total Tembakan | 14 | 9 |
| Skor Akhir | 2 | 2 |
Komentar Vicario: "Kami Layak Menang"
Berbicara kepada media, Vicario menekankan bahwa performa tim di babak kedua seharusnya memberikan hasil yang berbeda. Ia mengakui adanya kendala fisik saat menghadapi lawan yang tangguh.
"Hasil ini terasa pahit. Melihat performa kami, kami sebenarnya layak menang, tapi kenyataannya tidak demikian. Kami harus segera bangkit dan fokus ke laga berikutnya," tegas Vicario sebagaimana dikutip dari situs resmi UEFA.
Meskipun kecewa, penjaga gawang ini tetap melihat sisi positif dari mentalitas pemainnya yang mampu bangkit setelah sempat tertinggal dua gol. Kini, Juventus harus segera membenahi efektivitas serangan mereka jika ingin terus bersaing di papan atas Liga Europa.






































