SportsZam – Setelah penantian panjang selama tujuh bulan yang penuh spekulasi, Marc-Andre ter Stegen akhirnya kembali mengawal gawang Barcelona. Namun, kembalinya sang kiper veteran ini diwarnai pernyataan tegas dari pelatih Hansi Flick yang mengindikasikan bahwa statusnya sebagai kiper utama belum berubah, menjaga tensi persaingan di bawah mistar gawang tetap membara.
Comeback Emosional di Panggung Copa del Rey

Momen bersejarah itu terjadi saat Barcelona bertandang menghadapi Guadalajara dalam laga babak 32 besar Copa del Rey. Bertempat di Estadio Pedro Escartin pada Rabu (17/12/2025) dini hari WIB, Ter Stegen dipercaya tampil penuh dan membantu Blaugrana meraih kemenangan meyakinkan 2-0. Penampilan ini menandai debutnya di musim 2025/2026, setelah ia harus menepi dari lapangan hijau akibat cedera punggung yang memaksanya absen begitu lama.
Bagi para penggemar Barcelona, kembalinya Ter Stegen adalah secercah harapan. Kiper asal Jerman ini telah menjadi pilar penting klub selama bertahun-tahun, dan absennya meninggalkan lubang besar yang sulit ditutup. Momen di Copa del Rey ini bukan hanya sekadar pertandingan, melainkan sebuah pernyataan bahwa sang kapten siap kembali berjuang.
Dilema Kiper Utama: Garcia Tetap Nomor Satu di Mata Flick?
Selama periode absennya, posisi penjaga gawang utama Barcelona diemban oleh Joan Garcia yang tampil impresif, didampingi oleh Wojciech Szczesny sebagai pelapis yang juga menunjukkan performa solid. Keduanya berhasil menjaga stabilitas pertahanan tim di tengah ketidakpastian.
Sebelumnya, Flick telah berulang kali menegaskan bahwa Joan Garcia adalah pilihan utamanya di bawah mistar gawang. Pelatih berkebangsaan Jerman itu bahkan sempat menyerahkan sepenuhnya keputusan terkait masa depan Ter Stegen kepada sang pemain sendiri, sebuah indikasi betapa seriusnya persaingan di posisi krusial ini.
Kata Flick: Kesempatan Bukan Perubahan Status
Mengenai keputusan untuk memasukkan Ter Stegen ke dalam starting XI pada laga tersebut, Flick secara gamblang menyatakan bahwa itu hanyalah kesempatan satu kali, bukan pertanda perubahan hierarki kiper.
Dalam pernyataannya yang dikutip oleh ESPN, Flick mengungkapkan, "Bagi saya, Marc adalah seorang kapten dan telah berada di klub ini selama sekitar 12 tahun. Kini dia telah kembali."
Ia melanjutkan, "Saya ingin memberinya, atau kami sebagai staf pelatih — kami sudah membicarakannya — memberinya kesempatan untuk menunjukkan bahwa dia memang sudah kembali."
Namun, Flick menegaskan batasan dari kesempatan tersebut: "Tapi itu hanya untuk pertandingan ini. Itu saja. Tidak ada yang lain. Dia mendapatkan kesempatan bermain, dan saya pikir ini adalah langkah yang baik untuknya."
Pernyataan Flick ini jelas mengirimkan pesan bahwa Ter Stegen harus berjuang ekstra keras untuk merebut kembali posisi utamanya. Kembalinya ke lapangan adalah langkah awal yang positif, namun jalan menuju status kiper nomor satu di bawah asuhan Hansi Flick tampaknya masih panjang dan penuh tantangan. Pertanyaan besar kini adalah, mampukah Ter Stegen membuktikan diri dan mengubah pandangan sang pelatih? Hanya waktu yang akan menjawab.





