SportsZam – Kancah sepak bola Italia sedang bergejolak, dan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) menunjukkan ambisi luar biasa dalam perburuan pelatih baru. Setelah serangkaian hasil mengecewakan yang berujung pada mundurnya pelatih sebelumnya, Gli Azzurri kini mengincar nama-nama besar di dunia kepelatihan. Terungkap, sebelum menjajaki kemungkinan mendatangkan Pep Guardiola, FIGC ternyata lebih dulu mencoba mendekati Carlo Ancelotti. Sebuah langkah berani yang dibenarkan oleh Direktur Teknik FIGC, Paolo Maldini, sebagai upaya wajar untuk mendapatkan yang terbaik di dunia.
Pencarian Berliku Sang Azzurri

Kursi panas pelatih tim nasional Italia kosong sejak April lalu, menyusul mundurnya pelatih sebelumnya setelah serangkaian hasil mengecewakan yang membuat Gli Azzurri terpuruk di kancah internasional. Kegagalan ini telah memicu desakan besar untuk perubahan radikal, dan FIGC, di bawah kepemimpinan Presiden Giovanni Malago, tampaknya siap mengambil langkah ekstrem untuk mengembalikan kejayaan. Mereka tidak main-main dalam memilih arsitek baru yang akan memimpin revolusi di timnas.
Prioritas Utama: Ancelotti Sang Maestro
Paolo Maldini, legenda hidup AC Milan yang kini menjabat sebagai direktur teknik FIGC, secara terbuka mengakui bahwa Carlo Ancelotti adalah nama pertama yang mereka dekati. "Kami tidak bisa menyembunyikan fakta bahwa kami juga bicara kepada Carlo sebelum bicara kepada Pep," ungkap Maldini, seperti dikutip dari BBC. Ancelotti, yang dikenal dengan sentuhan emasnya dalam meraih trofi di berbagai klub top Eropa, disebut-sebut menolak tawaran tersebut. Alasannya jelas: ia ingin menghormati kontraknya dengan timnas Brasil, menunjukkan profesionalisme tinggi yang memang melekat pada dirinya.
Beralih ke Guardiola, Dana Bukan Masalah?
Setelah Ancelotti menolak, perhatian FIGC beralih ke nama besar lainnya: Pep Guardiola. Presiden FIGC, Giovanni Malago, bahkan telah mengonfirmasi adanya negosiasi dengan mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munchen itu. Kabar yang beredar di SportsZam.com menyebutkan bahwa FIGC tidak gentar dengan besarnya gaji Guardiola, menunjukkan keseriusan dan tekad untuk merekrut salah satu otak sepak bola terbaik di era modern. Guardiola, yang namanya selalu menjadi incaran klub dan timnas elit, kini menjadi target utama untuk memimpin revolusi di timnas Italia, dengan harapan dapat membawa filosofi permainan yang memukau dan hasil yang gemilang.
Mengapa Pelatih Top Jadi Incaran?
Maldini menegaskan bahwa pendekatan terhadap Ancelotti dan Guardiola adalah hal yang wajar dan logis. "Sejujurnya rasanya tepat memulai dengan mereka yang kami anggap terbaik di dunia," katanya. Pernyataan ini mencerminkan filosofi FIGC yang ingin segera mengangkat performa timnas dari keterpurukan. Dengan reputasi Italia sebagai salah satu raksasa sepak bola dunia, hanya pelatih dengan kaliber tertinggi yang dianggap mampu mengemban tugas berat ini. Langkah ambisius ini diharapkan bisa menjadi titik balik bagi Gli Azzurri untuk kembali bersaing di panggung tertinggi sepak bola global dan meraih kembali kejayaan yang sempat hilang.






































