Spurs Kacau? Simons Dikritik, Oscar Sindir, Mason Cabut!

Santoso

Santoso

Spurs Kacau? Simons Dikritik, Oscar Sindir, Mason Cabut!

SportsZam – Tottenham Hotspur tengah menghadapi badai kritik dan perubahan. Mulai dari performa Xavi Simons yang belum memuaskan, sindiran mantan bintang Chelsea, Oscar, yang pernah menolak pinangan Spurs, hingga keputusan Ryan Mason untuk meninggalkan klub masa kecilnya, menambah daftar panjang masalah yang dihadapi klub London Utara ini.

Tottenham di Persimpangan Jalan: Bangkit atau Terpuruk?

 Spurs Kacau? Simons Dikritik, Oscar Sindir, Mason Cabut!
Gambar Istimewa : gilabola.com

Pasukan yang kini diasuh oleh Ange Postecoglou berusaha keras untuk menemukan konsistensi setelah serangkaian hasil yang kurang memuaskan. Hasil imbang melawan Wolves dan Bodo/Glimt menjadi bukti bahwa Spurs masih memiliki banyak pekerjaan rumah.

  • Premier League: Ditahan imbang Wolves 1-1 (Joao Palhinha mencetak gol penyelamat)
  • Liga Champions: Imbang 2-2 melawan Bodo/Glimt (Sempat tertinggal 0-2, diselamatkan gol Micky van de Ven dan gol bunuh diri lawan)

Ujian selanjutnya bagi Spurs adalah pertandingan melawan Leeds United yang kini dilatih oleh Daniel Farke di ajang Premier League.

Oscar: Chelsea Lebih Menggoda daripada Spurs

Oscar, gelandang Brasil yang bersinar bersama Chelsea, mengungkapkan bahwa dirinya pernah hampir bergabung dengan Tottenham Hotspur sebelum akhirnya memilih Stamford Bridge. Pada tahun 2012, Chelsea memboyongnya dari Internacional dengan mahar sekitar 25 juta poundsterling.

Dalam sebuah podcast bersama John Obi Mikel, Oscar mengungkapkan bahwa Andre Villas-Boas, yang saat itu menjabat sebagai manajer Spurs, sempat menghubunginya. Namun, Oscar merasa bahwa Chelsea adalah pilihan yang lebih baik.

"Villas-Boas adalah orang pertama yang menelepon saya. Dia sering bercanda, ‘Kenapa kamu tidak datang ke Spurs?’ Tapi jelas, Chelsea lebih baik. Itu keputusan yang tepat," ujar Oscar, yang kini bermain untuk Sao Paulo.

Xavi Simons: Investasi Mahal yang Belum Memuaskan

Xavi Simons, yang didatangkan Tottenham pada musim panas ini dengan harga 51 juta poundsterling, justru tengah menjadi sorotan negatif. Mantan striker Aston Villa, Gabby Agbonlahor, bahkan mulai meragukan kualitas Simons setelah penampilannya yang kurang memuaskan melawan Bodo/Glimt.

"Simons, saya tidak yakin. Memang masih awal, baru lima atau enam pertandingan, tapi saya benar-benar belum melihat apa yang istimewa dari dia," kata Agbonlahor.

Agbonlahor menambahkan bahwa Simons terlihat sering terjatuh di lapangan dan tidak memiliki kecepatan yang mencolok. Kritik ini tentu menjadi tekanan tambahan bagi pemain muda asal Belanda tersebut.

Ryan Mason: Saatnya Terbang Meninggalkan Sarang

Ryan Mason, sosok yang telah menjadi bagian dari Tottenham sejak usia delapan tahun, akhirnya memutuskan untuk hengkang dan menerima tantangan baru sebagai manajer West Bromwich Albion. Mason sebelumnya sempat menjabat sebagai pelatih interim Spurs dan juga menjadi bagian dari staf kepelatihan di bawah berbagai manajer.

Mason, yang terpaksa pensiun dini pada tahun 2018 akibat cedera kepala parah, mengungkapkan bahwa keputusannya untuk pergi telah dipikirkan matang-matang.

"Dalam 12 bulan terakhir saya punya keinginan untuk melangkah sendiri. Saya bicara dengan Ange (Postecoglou) dan dia bilang, kalau rasanya sudah tepat, lakukan saja," ujarnya kepada Sky Sports.

Ia mengaku sempat mendapat tawaran dari klub lain, namun baru ketika West Brom datang, ia merasa ada koneksi kuat. "Ini klub besar dengan sejarah hebat. Rasanya langsung klik," tambah Mason.

Tabel Perbandingan Situasi Tottenham Hotspur

| Aspek | Kondisi

Baca Juga

gnews

Tags

Tinggalkan komentar