Quartararo Mantap Tinggalkan Yamaha di Tes Valencia

Santoso

Santoso

Quartararo Mantap Tinggalkan Yamaha di Tes Valencia

SportsZam – Dunia MotoGP dikejutkan dengan pengumuman Fabio Quartararo yang resmi bergabung dengan tim pabrikan Honda untuk musim 2027-2028. Keputusan krusial ini, yang mengakhiri era panjangnya bersama Yamaha, ternyata telah bulat di Tes Valencia tahun lalu, menjadi titik balik bagi sang juara dunia 2021 yang frustrasi dengan performa timnya.

Titik Balik di Valencia: El Diablo Mengakhiri Era Yamaha

Quartararo Mantap Tinggalkan Yamaha di Tes Valencia
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Tes Valencia pada November 2025 menjadi momen penentu bagi "El Diablo". Setelah berbulan-bulan menanti peningkatan yang tak kunjung signifikan dari motor Yamaha, kesabaran Quartararo akhirnya mencapai batasnya. Ia merasakan kebutuhan mendesak untuk perubahan drastis dalam kariernya.

"Di tes Valencia tahun lalu, aku merasa aku membutuhkan sesuatu yang baru. Saat itulah aku memutuskan untuk berpisah dengan Yamaha," ungkap Quartararo kepada Crash. "Ketika itu, aku tidak tahu persis ke tim mana aku akan bergabung, tapi aku tahu bahwa aku ingin ganti tim, dan kupikir itu adalah momen yang tepat."

Keputusan ini lahir dari keyakinan bahwa ia tidak bisa lagi mencapai potensi maksimalnya dengan kondisi yang ada, sebuah pengakuan pahit dari seorang pembalap yang haus akan kemenangan.

Jejak Kemerosotan Sang Juara Dunia

Setelah mengukir sejarah dengan menjuarai MotoGP 2021 dan finis sebagai runner-up semusim berikutnya, performa Quartararo dan Yamaha secara mengejutkan terus merosot. Statistik mencatat, Quartararo sudah 84 seri berturut-turut gagal memenangi balapan, sebuah paceklik kemenangan yang berlangsung sekitar empat tahun. Terakhir kali ia naik podium tertinggi adalah saat menaklukkan Sachsenring pada tahun 2022.

Frustrasi di Lintasan: Ketika Kecepatan Tak Lagi Cukup

Fabio Quartararo tidak menyembunyikan rasa frustrasinya. Sebagai seorang pembalap yang sangat kompetitif, ia merasa terperangkap dalam situasi di mana usahanya maksimal tidak berbanding lurus dengan hasil di lintasan.

"Terus terang, aku tidak banyak bersenang-senang," keluhnya. "Terutama karena aku adalah orang yang sangat kompetitif, dan bahkan ketika aku memaksa sekeras mungkin, aku melihat pebalap lain menyalipku padahal aku bisa saja lebih kencang."

Musim ini, perasaan itu semakin memuncak. "Pada tahun lalu, kami tidak banyak membuat manuver overtaking juga, tapi musim ini kurasa aku belum menyalip siapapun — maksudku sebuah manuver menyalip yang nyata, dan kemudian menjaga posisiku. Aku menikmati ketika aku tahu aku bisa bersaing untuk sesuatu, itulah mengapa aku tidak bersenang-senang sekarang," tambahnya, menggambarkan betapa sulitnya bersaing di barisan depan.

Statistik Pahit Musim 2026: Sebuah Cermin Keterpurukan

Musim MotoGP 2026 menjadi cerminan nyata dari kesulitan yang dialami Quartararo. Dalam 12 seri pertama, ia hanya sekali mampu finis di posisi kelima, yakni pada seri Catalunya. Lebih parah lagi, ia tiga kali gagal finis di luar zona poin dan dua kali harus retired dari balapan, membuatnya kini terdampar di posisi 14 klasemen sementara.

Berikut adalah gambaran singkat performa Fabio Quartararo di MotoGP 2026 hingga seri ke-12:

Kategori Detail
Seri yang Dilalui (hingga saat ini) 12
Finis Terbaik Peringkat 5 (1x, Catalunya)
Gagal Finis di Zona Poin 3x
Retired (Tidak Finis) 2x
Posisi Klasemen Sementara Peringkat 14

Pilihan Berani: Menuju Honda yang Penuh Tantangan

Keputusan Fabio Quartararo untuk berlabuh ke Honda memang menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan penggemar dan pengamat. Pasalnya, Honda sendiri sedang dalam periode terpuruk, bahkan sampai membuat ikon mereka, Marc Marquez, terpaksa hengkang tiga tahun lalu demi mencari tantangan baru.

Namun, bagi Quartararo, kepindahan ini mungkin adalah sebuah pertaruhan besar yang diperhitungkan. Kontrak dua tahun (2027-2028) menunjukkan komitmen jangka panjangnya untuk membangun kembali kejayaan bersama tim berlogo sayap mengepak itu. Ini adalah langkah berani untuk mencari lingkungan baru, motivasi baru, dan harapan baru untuk kembali bersaing di puncak MotoGP, meskipun tantangan yang menanti di Honda tidak kalah beratnya.

Baca Juga

gnews

Tags

Tinggalkan komentar