SportsZam – Paris Saint-Germain, raksasa sepak bola Prancis, telah menikmati periode emas dalam dua musim terakhir, mengumpulkan sembilan trofi bergengsi. Namun, ambisi klub ibu kota ini tak berhenti di situ. Musim 2026/2027 mendatang, PSG mengusung misi yang lebih besar dan berani: menyapu bersih setiap trofi yang tersedia. Ini bukan sekadar target, melainkan sebuah deklarasi perang terhadap kekalahan.
Dominasi Berlanjut, Namun Ada yang Kurang

Di bawah arahan pelatih Luis Enrique, PSG benar-benar mendominasi kancah domestik dan Eropa. Sembilan piala berhasil diangkat dalam dua musim terakhir, termasuk dua gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub. Statistik ini menunjukkan efektivitas luar biasa, memenangkan sembilan dari sebelas kompetisi yang mereka ikuti.
Namun, di balik gemerlap kesuksesan tersebut, ada dua piala yang luput dari genggaman: Piala Dunia Antarklub pada akhir musim 2024/2025 dan Coupe de France di musim sebelumnya. Dua "noda" inilah yang kini memicu tekad baru, mengubah target ambisius menjadi sebuah obsesi.
Misi Sapu Bersih: Enam Gelar dalam Bidikan
Musim 2026/2027 akan menjadi panggung bagi PSG untuk mewujudkan ambisi "sapu bersih" ini. Mereka akan berkompetisi di enam ajang berbeda, dengan target tunggal: memenangkan semuanya. Berikut adalah daftar kompetisi yang akan diikuti Les Parisien:
| Kompetisi | Status | Target Musim 2026/2027 |
|---|---|---|
| Liga Prancis | Juara Bertahan | Juara |
| Coupe de France | Finalis/Semifinalis | Juara |
| Piala Super Prancis | Juara Bertahan | Juara |
| Liga Champions | Juara Bertahan | Juara |
| Piala Super Eropa | Peserta (Juara UCL) | Juara |
| Piala Interkontinental | Peserta (Juara UCL) | Juara |
Mentalitas Juara ala Safonov
Kiper andalan PSG, Matvey Safonov, mengungkapkan titik balik yang memicu ambisi ini. "Musim lalu, saya memahami sesuatu. Kami memenangi setiap trofi yang bisa dimenangi kecuali Coupe de France. Saat saya menyadari bahwa kami tak bisa meraihnya, ada perasaan aneh yang muncul. Saya bilang ke diri sendiri ada yang tak beres," ujar Safonov di situs resmi klub, SportsZam.com.
Ia melanjutkan, "Pada saat itulah saya menyadari kalau saya ingin memenangi semuanya. Bersaing untuk semua trofi. Sekarang saya rasa itu adalah bagian dari mentalitas Paris Saint-Germain, masuk ke lapangan untuk memenangi setiap pertandingan dan coba menangi semuanya." Pernyataan Safonov ini menegaskan bahwa ambisi sapu bersih bukan sekadar target, melainkan telah menjadi DNA baru dalam skuad Les Parisien.
Ujian Perdana: Piala Super Eropa Melawan Aston Villa
Misi ambisius ini akan segera diuji pada Kamis (13/8/2026) dini hari WIB, ketika PSG menghadapi Aston Villa di Red Bull Arena dalam ajang Piala Super Eropa. Pertandingan ini menjadi pembuka musim yang krusial, mempertemukan juara Liga Champions dengan jawara Liga Europa.
Safonov mengakui beratnya tantangan ini. "Saat trofi dipertaruhkan di satu laga, selalu sulit. Tidak ada kemenangan yang mudah. Kami tahu Aston Villa bagaimana," jelas kiper Rusia itu. Ia menambahkan, "Mereka tim solid yang menjuarai Liga Europa musim lalu dan finis keempat di Premier League. Kami tahu ini akan jadi pertandingan yang sangat sulit." Pertarungan melawan Villa bukan hanya perebutan trofi, tetapi juga pernyataan awal dari tekad PSG untuk tidak menyisakan satu pun gelar bagi tim lain.






































