SportsZam – Gelaran Piala Dunia 2026 kembali diwarnai drama kontroversial yang memicu kemarahan publik. Pada laga krusial babak 32 besar antara Portugal dan Kroasia di Toronto Stadium, Kanada, Jumat (3/7/2026), sebuah keputusan Video Assistant Referee (VAR) yang menganulir gol Joško Gvardiol sontak menyulut amarah suporter Kroasia, mengubah tribun stadion menjadi lautan protes dengan lemparan botol dan sampah ke lapangan. Insiden ini tak hanya merugikan Kroasia, tetapi juga meninggalkan jejak perdebatan sengit tentang peran teknologi dalam sepak bola.
Kontroversi VAR yang Mengguncang Toronto

Momen krusial tersebut terjadi di tengah pertandingan yang berlangsung sengit, di mana kedua tim saling jual beli serangan demi memperebutkan tiket ke babak 16 besar. Saat Joško Gvardiol berhasil merobek jala gawang Portugal, euforia sesaat langsung menyelimuti kubu Kroasia. Para pemain merayakan dengan penuh semangat, dan tribun stadion bergemuruh. Namun, kegembiraan itu tak bertahan lama. Wasit utama, setelah mendapat intervensi dari ruang VAR, memutuskan untuk meninjau ulang insiden tersebut. Hasilnya, layar besar di stadion menampilkan tayangan ulang yang menunjukkan adanya pelanggaran yang mendahului gol.
Detik-detik Pembatalan Gol Krusial
Melalui tinjauan cermat, tim VAR mengonfirmasi bahwa Igor Matanović, salah satu pemain Kroasia, berada dalam posisi offside sesaat sebelum gol tercipta. Lebih lanjut, Matanović terdeteksi menyentuh bola dalam posisi ilegal tersebut, yang secara otomatis membatalkan validitas gol Gvardiol. Keputusan ini, meskipun sesuai dengan regulasi yang berlaku, terasa sangat pahit bagi Kroasia, terutama mengingat pentingnya gol tersebut di fase gugur Piala Dunia. Pembatalan ini seolah merenggut momentum krusial yang bisa mengubah jalannya pertandingan bagi tim berjuluk Vatreni tersebut.
Amukan Suporter dan Kritik Pedas Pelatih
Keputusan wasit yang mengesahkan pembatalan gol tersebut seketika memicu gelombang kemarahan dari ribuan pendukung Kroasia yang memadati Toronto Stadium. Suasana yang tadinya penuh harapan berubah menjadi kekecewaan dan amarah yang meledak-ledak. Tak hanya dari tribun, kritik pedas juga datang dari pinggir lapangan, menunjukkan betapa besar dampak keputusan tersebut terhadap mental tim dan para penggemar.
Stadion Toronto Berubah Jadi Lautan Protes
Sejumlah botol minuman, sampah, dan berbagai benda kecil lainnya terlihat berhamburan ke area lapangan, sebagai bentuk protes keras dan frustrasi yang tak terbendung. Pemandangan ini sempat mengganggu jalannya pertandingan dan memerlukan intervensi dari pihak keamanan untuk menenangkan situasi. Pelatih timnas Kroasia, Zlatko Dalić, tidak menyembunyikan kekecewaannya. Meski mengakui bahwa timnya tidak bermain dalam performa terbaik, Dalić secara terang-terangan menyoroti keputusan-keputusan wasit yang dianggapnya sangat merugikan, termasuk pembatalan gol di masa injury time yang bisa mengubah jalannya laga. "Kami sudah berjuang, tapi keputusan-keputusan seperti ini sangat menyakitkan dan merugikan kami," ujar Dalić dengan nada kecewa.
Portugal Melaju, Kroasia Tersingkir Penuh Luka
Pada akhirnya, di tengah riuhnya protes dan kontroversi, Portugal berhasil mengamankan kemenangan tipis 2-1 atas Kroasia. Hasil ini memastikan langkah Cristiano Ronaldo dkk. melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026, menjaga asa mereka untuk meraih gelar juara. Sementara itu, Kroasia harus menelan pil pahit tersingkir dari turnamen akbar ini dengan perasaan kecewa mendalam, diwarnai oleh insiden VAR yang akan terus menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola global. Kekalahan ini menjadi akhir perjalanan Kroasia yang penuh drama di Piala Dunia 2026.






































