SportsZam – Kekecewaan mendalam mungkin menyelimuti sebagian besar fans AC Milan setelah tim kesayangan mereka dihajar Chelsea tiga gol tanpa balas dalam laga pramusim di Jakarta. Namun, di tengah kekalahan telak tersebut, pelatih Rossoneri, Ruben Amorim, justru melontarkan pernyataan mengejutkan: ia mengaku sangat puas dengan performa anak asuhnya, meski mengakui perlunya perbaikan signifikan dalam penguasaan bola.
Drama di Gelora Bung Karno: Chelsea Pesta Gol

Pertarungan sengit di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (8/8/2026) malam WIB, awalnya berlangsung cukup berimbang. Kedua tim saling jual beli serangan selama lebih dari 40 menit pertama, menciptakan atmosfer yang mendebarkan bagi ribuan penonton yang memadati stadion. Namun, kebuntuan akhirnya pecah menjelang turun minum, saat Joao Pedro berhasil membuka keunggulan untuk The Blues, mengirimkan sinyal bahaya bagi pertahanan Milan.
Babak kedua menjadi mimpi buruk bagi Milan. Hanya beberapa saat setelah peluit dibunyikan, Joao Pedro kembali membobol gawang Rossoneri, menggandakan keunggulan Chelsea dan membuat Milan semakin tertekan. Pesta gol The Blues ditutup oleh Moises Caicedo yang memastikan kemenangan telak 3-0, meninggalkan Milan dengan pekerjaan rumah yang menumpuk.
Statistik Menyakitkan: Milan Tumpul di Depan Gawang
Angka-angka berbicara banyak tentang dominasi Chelsea di laga ini. Statistik menunjukkan bahwa AC Milan nyaris tidak memberikan ancaman berarti ke gawang lawan. Dari total lima percobaan yang dilancarkan Rossoneri, tidak ada satupun yang tepat sasaran. Berbanding terbalik, skuad Si Biru tampil jauh lebih agresif dengan melepaskan 18 percobaan, delapan di antaranya mengarah langsung ke gawang, menunjukkan efektivitas serangan mereka yang jauh lebih superior.
Amorim Puas? Sebuah Paradoks di Tengah Kekalahan
Meskipun papan skor menunjukkan kekalahan telak, Ruben Amorim justru memilih untuk melihat sisi positif dari pertandingan ini. "Saya harus bilang bahwa saya sangat puas," ujar Amorim, seperti dikutip dari Milannews. "Saya tahu sulit untuk mengatakannya setelah kalah 0-3, tapi saya sangat senang dengan cara semua orang bekerja."
Pelatih asal Portugal ini menekankan bahwa timnya sedang dalam proses adaptasi dan mencoba pendekatan bermain yang berbeda. "Mereka berusaha bermain secara berbeda, tapi kami punya banyak hal untuk dilakukan. Kami harus memperbaiki penguasaan bola. Saya sudah mengatakannya ketika melawan Inter, dan sekarang semakin jelas bahwa kami perlu memperbaikinya," tambahnya, menyoroti area krusial yang harus segera dibenahi.
Jalan Panjang Menuju Musim Kompetisi: Optimisme Amorim
Kekalahan dari Chelsea ini menambah daftar panjang hasil kurang memuaskan Milan di pramusim. Sebelumnya, mereka ditahan imbang Celtic 2-2 dan berbagi angka 1-1 dengan rival sekota Inter Milan. Berikut adalah rekap hasil pramusim AC Milan sejauh ini:
Rekap Hasil Pramusim AC Milan
| Tanggal | Lawan | Skor | Hasil |
|---|---|---|---|
| (Sebelumnya) | Celtic | 2-2 | Imbang |
| (Sebelumnya) | Inter Milan | 1-1 | Imbang |
| 8 Agustus 2026 | Chelsea | 0-3 | Kalah |
Namun, Amorim tetap optimistis. "Kami punya tiga pekan untuk bekerja. Beberapa pemain telah main di dua pertandingan dan satu sesi latihan dengan tim. Kami akan membaik," jelasnya. Ia juga menambahkan filosofi pentingnya penderitaan di awal. "Di pertandingan pertama musim nanti, kami akan jadi sebuah tim yang kuat. Saya kira lebih baik menderita sekarang daripada di musim kompetisi," ceplos Amorim, menunjukkan keyakinannya pada proses jangka panjang dan potensi timnya.
Dengan dua pekan tersisa sebelum Liga Italia 2026/2027 resmi bergulir, AC Milan memiliki waktu krusial untuk membenahi kekurangan. Ujian pertama mereka di musim kompetisi adalah laga tandang melawan Torino pada 23 Agustus. Para penggemar tentu berharap ‘penderitaan’ di pramusim ini benar-benar akan berbuah manis saat kompetisi sesungguhnya dimulai, menjadikan Milan sebuah kekuatan yang patut diperhitungkan di kancah Serie A.






































