Masa Depan ASEAN Cup Terancam Jika Infantino Pergi?

Santoso

Santoso

Masa Depan ASEAN Cup Terancam Jika Infantino Pergi?

SportsZam – Gelaran perdana FIFA ASEAN Cup 2026 baru saja usai dengan drama yang menyelimuti setiap aspeknya. Meski Indonesia berhasil mengangkat trofi di Premier Division, awan mendung mulai menyelimuti keberlanjutan turnamen prestisius ini. Pertanyaan besar kini muncul di kalangan pecinta sepak bola: bagaimana nasib kompetisi ini jika Gianni Infantino tidak lagi menjabat sebagai Presiden FIFA tahun depan?

Kontroversi di Balik Kesuksesan Indonesia

Masa Depan ASEAN Cup Terancam Jika Infantino Pergi?
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Indonesia memang tampil sebagai raja di Premier Division setelah melalui drama adu penalti yang menegangkan melawan Thailand. Di sisi lain, Hong Kong sukses mengamankan gelar Challenge Division setelah menumbangkan Kamboja dengan skor meyakinkan 2-0. Namun, di balik euforia kemenangan tersebut, terdapat isu fundamental mengenai stabilitas organisasi FIFA.

Gianni Infantino tengah berada di pusaran kritik. Rencana ambisiusnya untuk menjual saham Piala Dunia kepada investor swasta pada Agustus 2026 memicu gelombang protes keras, terutama dari federasi Eropa (UEFA). Meski Indonesia melalui Ketum PSSI, Erick Thohir, memberikan dukungan, ketidakpastian politik di tubuh FIFA tetap menjadi ancaman nyata bagi proyek-proyek baru seperti ASEAN Cup.

Rekapitulasi Hasil Final FIFA ASEAN Cup 2026

Divisi Juara Runner-up Skor Final
Premier Division Indonesia Thailand Adu Penalti
Challenge Division Hong Kong Kamboja 2 – 0

Ancaman Kepunahan Turnamen

Media internasional, termasuk The Guardian, mulai mempertanyakan eksistensi turnamen ini di masa depan. Salah satu poin krusial yang disoroti adalah rendahnya nilai komersial turnamen ini. Fakta bahwa hak siar di Thailand bahkan tidak laku terjual hingga penggemar The War Elephants harus mengandalkan kanal resmi FIFA, menjadi sinyal merah bagi keberlanjutan kompetisi.

Ada kekhawatiran bahwa ASEAN Cup hanyalah "proyek pribadi" Infantino untuk memperkuat posisinya dalam pemilihan presiden mendatang. Jika kepemimpinan Infantino berakhir, ada risiko besar bahwa turnamen ini akan kehilangan dukungan finansial dan organisasional dari FIFA.

Spekulasi Keberlanjutan ASEAN Cup

Berikut adalah beberapa faktor yang menentukan nasib turnamen ini ke depan:

  • Stabilitas Kepemimpinan: Jika pengganti Infantino memiliki visi berbeda, proyek ASEAN Cup bisa saja dihentikan.
  • Nilai Komersial: Tanpa minat tinggi dari pemegang hak siar lokal di Asia Tenggara, turnamen ini sulit untuk mandiri secara finansial.
  • Legitimasi Kompetisi: Sejauh mana dunia internasional mengakui gelar juara ASEAN Cup sebagai standar tertinggi di kawasan ini.

Hingga saat ini, FIFA masih enggan memberikan jawaban pasti mengenai frekuensi penyelenggaraan ASEAN Cup di masa mendatang. Pihak federasi tertinggi dunia tersebut menyatakan masih fokus pada kesuksesan gelaran perdana, namun para pengamat sepak bola tetap waspada terhadap kemungkinan turnamen ini hilang ditelan sejarah jika peta politik FIFA berubah.

Baca Juga

gnews

Tags

Tinggalkan komentar