SportsZam – Gempar di jagat sepak bola Italia! Setelah melalui saga pencarian yang mendebarkan, Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) akhirnya mengumumkan kembalinya sosok yang tak asing lagi, Roberto Mancini, sebagai pelatih kepala Tim Nasional Azzurri. Tak hanya itu, kejutan lain datang dengan penunjukan Claudio Ranieri sebagai Direktur Teknik baru, menandai era baru bagi salah satu raksasa sepak bola Eropa ini.
Kembalinya Sang Arsitek: Misi Revitalisasi Azzurri

Pengumuman resmi yang dinanti-nanti ini meluncur dari akun media sosial resmi @Azzurri pada 28 Juli 2026, yang kemudian turut dibagikan ulang oleh FIGC. "Roberto Mancini adalah Pelatih Kepala Tim Nasional yang baru," demikian bunyi pernyataan singkat namun penuh makna tersebut, mengakhiri spekulasi panjang yang menyelimuti kursi kepelatihan Italia.
Bagi Mancini, ini adalah reuni dengan tim yang pernah ia bawa terbang tinggi. Periode pertamanya, dari tahun 2018 hingga 2023, diwarnai dengan keberhasilan spektakuler menjuarai Euro 2020, sebuah pencapaian yang mengembalikan martabat Italia di kancah internasional. Ia juga berhasil membawa Azzurri meraih posisi ketiga di dua edisi UEFA Nations League (2020/2021 dan 2022/2023) sebelum akhirnya memutuskan untuk melatih Timnas Arab Saudi. Kini, ia kembali dengan misi yang lebih besar: membawa Italia kembali ke puncak kejayaan global.
Drama Pencarian Pelatih dan Pahlawan Baru di Kursi Direktur
Kembalinya Mancini bukan tanpa intrik. Kursi panas pelatih Italia sempat menjadi rebutan, dengan nama-nama kaliber dunia seperti Pep Guardiola dan Carlo Ancelotti didekati, namun tawaran tersebut berujung penolakan. Drama semakin memanas ketika Andrea Pirlo, yang direkomendasikan oleh Direktur Teknik saat itu, Paolo Maldini, juga ditolak oleh FIGC. Alasan penolakan Pirlo cukup sensitif, yakni dugaan afiliasinya dengan perusahaan judi di Rusia.
Penolakan terhadap Pirlo ini ternyata berbuntut panjang. Paolo Maldini, legenda hidup AC Milan, merasa kecewa dan akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur Teknik. Kekosongan posisi strategis ini kemudian diisi oleh sosok berpengalaman lainnya, Claudio Ranieri.
Menurut laporan eksklusif dari Fabrizio Romano, Ranieri telah mencapai kesepakatan untuk mengisi peran penting tersebut. Sebelumnya, Ranieri sempat menjabat sebagai penasihat senior di AS Roma, namun ia memilih mundur setelah adanya perselisihan dengan pelatih Gian Piero Gasperini. Kedatangan Ranieri diharapkan membawa stabilitas dan visi baru dalam pengembangan sepak bola Italia dari sisi manajerial.
Jejak Gemilang Mancini Bersama Italia
Berikut adalah rekam jejak Roberto Mancini selama periode pertamanya menukangi Timnas Italia:
| Periode | Turnamen | Pencapaian |
|---|---|---|
| 2018-2023 | Euro 2020 | Juara |
| 2018-2023 | UEFA Nations League 2020/2021 | Peringkat 3 |
| 2018-2023 | UEFA Nations League 2022/2023 | Peringkat 3 |
Tantangan di Depan Mata
Dengan duet Mancini dan Ranieri, Italia kini menatap masa depan dengan harapan baru. Tugas utama mereka tentu saja adalah mengembalikan Azzurri ke puncak kejayaan, terutama setelah sempat absen di Piala Dunia. Kombinasi pengalaman Mancini di lapangan dan kejelian Ranieri di balik layar diharapkan mampu membentuk tim yang solid, bermental juara, dan siap bersaing di level tertinggi. Para penggemar Azzurri di seluruh dunia tentu berharap kembalinya ‘Si Biru’ ini bukan hanya sekadar nostalgia, melainkan awal dari era keemasan baru yang penuh prestasi.






































