SportsZam – Masa depan Senne Lammens di Old Trafford mulai dipertanyakan menyusul performa Manchester United yang belum konsisten di awal musim ini. Kiper muda asal Belgia tersebut kini tengah berada di bawah mikroskop kritik, terutama setelah legenda klub, Paul Scholes, melontarkan pernyataan yang meragukan kualitasnya sebagai penjaga gawang utama.
Kritik Pedas Paul Scholes untuk Lammens

Paul Scholes menegaskan bahwa untuk menjadi juara di Premier League, sebuah tim wajib memiliki sosok kiper kelas dunia. Menurutnya, Lammens belum menunjukkan profil tersebut untuk memimpin lini pertahanan The Red Devils dalam jangka panjang.
Scholes membandingkan standar kiper yang dibutuhkan dengan para penjaga gawang elit di klub rival. Ia menyebut nama-nama besar sebagai standar emas yang harus dimiliki Manchester United jika ingin bersaing di papan atas.
Perbandingan Standar Kiper Premier League
Berikut adalah perbandingan kiper utama klub-klub besar Inggris yang menjadi standar tinggi di kompetisi paling kompetitif di dunia:
| Klub | Nama Kiper | Status |
|---|---|---|
| Liverpool | Alisson Becker | Kelas Dunia |
| Manchester City | Ederson | Kelas Dunia |
| Arsenal | David Raya | Elit |
| Manchester United (Era Legenda) | Peter Schmeichel / Edwin van der Sar | Legenda/Elit |
Jawaban Senne Lammens: Mental Adalah Kunci
Menanggapi keraguan yang menyerangnya, Lammens memilih untuk tetap tenang dan tidak terpancing emosi. Pemain berusia 24 tahun ini menekankan bahwa bermain untuk klub sebesar Manchester United menuntut ketahanan mental yang luar biasa.
"Karakter saya tidak akan berubah hanya karena saya bermain untuk Manchester United," ujar Lammens sebagaimana dikutip dari Metro. Ia mengakui bahwa menghadapi kritik publik bukanlah perkara mudah, namun ia percaya bahwa rasa percaya diri adalah kunci utama untuk bertahan di level tertinggi.
Statistik Performa Lammens
Meskipun sempat dianggap sebagai rekrutan terbaik setelah musim debutnya yang impresif, statistik Lammens musim ini menunjukkan penurunan yang cukup signifikan:
- Musim Debut: Sangat impresif (hanya kalah dari statistik ekspektasi gol Gianluigi Donnarumma).
- Musim Berjalan: Kebobolan 8 gol dalam 5 pertandingan pertama di liga.
- Status: Dalam pengawasan ketat manajemen dan pengamat sepak bola.
Lammens dijadwalkan akan kembali mengawal gawang Manchester United setelah jeda internasional berakhir. Ujian berat sudah menanti di depan mata, di mana The Red Devils akan menjamu Tottenham Hotspur pada lanjutan Liga Inggris tanggal 10 Oktober mendatang.






































