SportsZam – Mimpi Italia untuk tampil di Piala Dunia 2026 kembali terkubur dalam-dalam. Kegagalan ini memicu perdebatan sengit, dengan sorotan tajam tertuju pada mentalitas para pemain Gli Azzurri. Apakah benar skuad saat ini terlalu "manja" untuk bersaing di level tertinggi?
Kegagalan Italia mengamankan tiket ke putaran final Piala Dunia di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko semakin terasa pahit setelah ditahan imbang Bosnia & Herzegovina. Pertandingan yang digelar di Stadion Bilino Polje, Zenica, berakhir dengan skor 1-1 hingga babak perpanjangan waktu. Drama adu penalti pun tak terhindarkan.

Hanya Sandro Tonali yang mampu menjalankan tugasnya dengan sempurna dari titik putih. Sementara itu, Bosnia sukses mengoyak jala gawang Italia sebanyak empat kali, memastikan langkah mereka ke babak selanjutnya.
Kritik Pedas dari Sang Legenda
Kekecewaan mendalam juga dirasakan oleh tokoh sepak bola Italia, Aldo Zilli. Ia tak segan melontarkan kritik pedas terhadap mentalitas para pemain La Nazionale saat ini.
"Gattuso adalah sosok yang luar biasa, dia sangat bersemangat. Cara dia melatih mencerminkan bagaimana ia bermain dahulu," ujar Zilli seperti dikutip dari TalkSport.
Namun, Zilli meragukan kemampuan Gattuso untuk membawa Italia meraih kesuksesan. Ia menilai gaya sepak bola yang ingin diterapkan Gattuso tidak cocok dengan karakter tim yang ada saat ini.
"Saya rasa dia memiliki banyak ‘anak mama’ dan ini bukan lagi eranya Gattuso, Chiellini, atau Bonucci," tegasnya.
Zilli menambahkan bahwa generasi pemain saat ini berbeda jauh dengan para pendahulunya yang memiliki semangat juang tinggi dan mentalitas pemenang.
Perbandingan Generasi: Dulu vs. Sekarang
Berikut adalah perbandingan singkat antara generasi pemain Italia era Gattuso, Chiellini, dan Bonucci dengan generasi saat ini menurut Aldo Zilli:
| Karakteristik | Generasi Gattuso, Chiellini, Bonucci | Generasi Sekarang |
|---|---|---|
| Mentalitas | Semangat juang tinggi, mentalitas pemenang | Dinilai "manja" |
| Gaya Bermain | Agresif, pantang menyerah | Kurang greget, kurang motivasi |
| Kepemimpinan | Kuat, disegani | Kurang menonjol |
Apakah kritik pedas ini akan menjadi cambuk bagi Gli Azzurri untuk berbenah? Hanya waktu yang bisa menjawab. Satu hal yang pasti, Italia harus segera menemukan formula yang tepat untuk mengembalikan kejayaan mereka di panggung sepak bola dunia.





