SportsZam – Jakarta – Perjalanan Viktor Gyokeres bersama Arsenal sejak didatangkan pada musim panas 2025 belum sepenuhnya mulus. Striker Swedia yang digadang-gadang sebagai mesin gol ini masih kesulitan menunjukkan ketajaman yang diharapkan, memicu perhatian dari berbagai pihak, termasuk legenda sepak bola Inggris, Gary Lineker. Lineker bahkan tak segan memberikan saran jitu agar Gyokeres bisa segera bertransformasi menjadi predator yang lebih mematikan di kotak penalti.
Sorotan Terhadap Produktivitas Gyokeres

Sejak mendarat di Emirates Stadium dengan banderol fantastis 56 juta poundsterling, ekspektasi terhadap Gyokeres memang sangat tinggi. Namun, dalam 21 penampilannya di semua kompetisi, kontribusinya baru sebatas tujuh gol. Angka ini dinilai belum sepadan dengan investasi besar yang dikeluarkan The Gunners dan memicu pertanyaan tentang adaptasi serta efektivitasnya di lini serang tim Mikel Arteta. Para penggemar dan pengamat sepak bola menantikan ledakan performa dari penyerang berusia 26 tahun ini, yang diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang di lini depan Arsenal.
Jurus Jitu dari Legenda: Saran Gary Lineker
Melihat situasi ini, Gary Lineker, mantan penyerang Timnas Inggris yang kini aktif sebagai pundit sepak bola, tak tinggal diam. Melalui Talksport, Lineker memberikan analisis tajam sekaligus saran berharga bagi Gyokeres untuk mengasah insting predatornya di kotak penalti.
"Saya cukup memperhatikan dia dalam beberapa pekan terakhir," ujar Lineker memulai pengamatannya. "Seperti kebanyakan striker, dia cenderung menunggu ke mana arah bola lalu baru menyerang ke ruang kosong. Tapi, itu justru yang dilakukan para pemain belakang."
Lineker menekankan perbedaan fundamental antara pola pikir striker dan bek. "Sebagai seorang striker, Anda harus berani berjudi pada di mana Anda berpikir bola akan mengarah. Anda harus bergerak tepat saat bola akan diumpan silang, agar bisa mendahului bek lawan," jelasnya. Ia menambahkan bahwa seringkali striker menunggu bola datang, padahal pergerakan antisipatif adalah kuncinya. "Seringkali bola tak menuju arah itu, dan saya tak melihat dia sering melakukan itu," imbuh Lineker, menyoroti kurangnya inisiatif Gyokeres dalam pergerakan tanpa bola.
Dominic Calvert-Lewin sebagai Teladan
Untuk memperjelas sarannya, Lineker menunjuk Dominic Calvert-Lewin, penyerang Leeds United, sebagai contoh sempurna. Ia merujuk pada gol Calvert-Lewin ke gawang Sunderland sebagai ilustrasi pergerakan yang efektif.
"Dominic Calvert-Lewin menjadi contoh sempurna bagaimana melakukannya untuk gol Leeds melawan Sunderland," kata Lineker. "Dia tidak menunggu, dia langsung bergerak lalu berlari kencang ke tiang dekat dan berharap bola akan diumpan ke sana."
Pergerakan proaktif Calvert-Lewin ini, menurut Lineker, adalah blueprint yang harus ditiru Gyokeres. Dengan mengadopsi mentalitas "berjudi" dan bergerak lebih awal ke ruang yang diantisipasi, Gyokeres berpotensi besar untuk mengubah peruntungannya di Arsenal dan menjadi ancaman yang jauh lebih mematikan di depan gawang lawan. Ini bukan hanya tentang kecepatan, tetapi juga tentang kecerdasan membaca permainan dan keberanian mengambil risiko dalam setiap pergerakan.





