SportsZam – Dunia sepak bola kembali dihebohkan dengan pengakuan mengejutkan dari legenda pertahanan Italia, Leonardo Bonucci. Bek tangguh yang baru saja gantung sepatu ini mengungkapkan bahwa dirinya nyaris saja bergabung dengan raksasa Premier League, Manchester City, satu dekade lalu. Bahkan, sang arsitek The Citizens, Pep Guardiola, disebut sudah turun tangan langsung untuk menghubunginya.
Momen Krusial di Euro 2016

Bonucci, yang dikenal dengan ketangguhan dan visi bermainnya, membeberkan kisah ini dalam sebuah podcast World Soccer Agency. Ia mengenang bagaimana panggilan telepon dari Pep Guardiola datang di tengah-tengah kesibukannya membela tim nasional Italia di ajang Euro 2016.
"Pada musim 2014/15 dan 2015/16, karier saya mencapai puncak yang luar biasa," ungkap Bonucci, menggarisbawahi periode emasnya saat itu. "Pep Guardiola tertarik merekrut saya segera setelah ia mulai menangani Manchester City."
Dilema Antara Ambisi dan Kesetiaan
Meski tawaran dari salah satu pelatih terbaik dunia itu sangat menggiurkan, Bonucci dihadapkan pada pilihan sulit. Ia harus menyeimbangkan ambisi pribadi dengan fokus pada tugas negara dan loyalitas terhadap klubnya.
"Saya sempat ragu saat Guardiola menelepon. Saat itu sedang berlangsung Euro 2016, jadi saya harus tetap fokus," jelasnya. Keinginan untuk merasakan atmosfer Liga Inggris memang ada, namun hatinya tetap terpaut pada Juventus, klub yang membesarkan namanya. "Saya sebenarnya ingin mencoba berkarier di Liga Inggris, namun saya merasa bahagia di Juventus," tambahnya.
Juventus Tak Ingin Melepas Pilar Utamanya
Faktor krusial lainnya yang menggagalkan transfer impian ini adalah sikap Juventus. Klub raksasa Turin itu sama sekali tidak berniat melepas salah satu pilar utamanya, terutama di puncak performanya.
"Kala itu, klub tidak akan bersedia melepas saya dengan harga berapa pun," tegas Bonucci. Ini menjadi penghalang utama bagi terwujudnya transfer ke Etihad Stadium. Bonucci sendiri mengakui potensi besar yang bisa ia raih di bawah arahan Guardiola: "Berlatih di bawah asuhan Guardiola bisa saja memberikan pengalaman lebih dan membuka peluang baru bagi perkembangan karier saya."
Jejak Karier Sang Bek Tangguh
Meski kesempatan berkiprah di Manchester City tidak terwujud, karier Leonardo Bonucci tetap gemilang. Ia menghabiskan sebagian besar masa jayanya di Serie A, terutama bersama Juventus, di mana ia meraih berbagai gelar bergengsi dan mengukuhkan dirinya sebagai salah satu bek tengah terbaik di generasinya.
Setelah bertahun-tahun menjadi ikon pertahanan, Bonucci akhirnya memutuskan gantung sepatu pada musim panas 2024. Menjelang akhir kariernya, ia sempat mencicipi pengalaman di luar Italia, membela Union Berlin di Jerman dan Fenerbahce di Turki, sebelum menutup lembaran indah perjalanan sepak bolanya dengan penuh kebanggaan. Kisahnya dengan Manchester City akan selalu menjadi salah satu "bagaimana jika" yang menarik dalam sejarah sepak bola modern.






































