De la Fuente Terkejut: Kelakuan Argentina Tak Termaafkan!

Santoso

Santoso

De la Fuente Terkejut: Kelakuan Argentina Tak Termaafkan!

SportsZam – Euforia kemenangan Spanyol di final Piala Dunia 2026 yang seharusnya menjadi momen indah, kini tercoreng oleh insiden memalukan. Pelatih Tim Matador, Luis de la Fuente, tak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Ia mengaku masih terngiang-ngiang dengan perilaku tak terpuji beberapa pemain Argentina pasca-laga puncak tersebut, sebuah kejadian yang menurutnya sama sekali tidak dapat ditoleransi.

Drama Panas di New Jersey Stadium

De la Fuente Terkejut: Kelakuan Argentina Tak Termaafkan!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Piala Dunia 2026 baru saja mengukir sejarah baru dengan Spanyol keluar sebagai juara. Dalam laga final yang berlangsung sengit di New Jersey Stadium awal pekan ini, La Furia Roja berhasil menaklukkan Argentina dengan skor tipis 1-0 berkat gol tunggal Ferran Torres. Namun, momen bersejarah itu harus diwarnai dengan keributan yang tak pantas. Begitu peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan ditiup, ketegangan meledak di lapangan. Beberapa pemain Argentina terlibat adu mulut hingga kontak fisik dengan para penggawa Spanyol.

Insiden yang Mencoreng Fair Play

Momen paling disorot adalah ketika Leandro Paredes, gelandang Argentina, tertangkap kamera mencekik Eric Garcia dan mendorong Gavi hingga terjatuh. Tak hanya itu, Nahuel Molina juga terlihat melayangkan pukulan ke arah Rodri. Aksi-aksi ini sontak menjadi perbincangan hangat dan mencoreng semangat fair play yang seharusnya dijunjung tinggi di ajang sebesar Piala Dunia.

Kekecewaan Mendalam Sang Juru Taktik

Luis de la Fuente mengungkapkan bahwa pada saat kejadian, ia sedang larut dalam kegembiraan bersama skuadnya, merayakan gelar juara dunia kedua bagi Spanyol. Oleh karena itu, ia tidak langsung menyadari insiden panas yang terjadi di tengah lapangan. "Saat itu, saya tidak menyadarinya. Saya sedang merayakan kemenangan dan berpelukan dengan rekan-rekan setim," ujarnya kepada TVE pada Kamis (24/7). Namun, setelah melihat rekaman dan memahami apa yang terjadi, De la Fuente merasa sangat kecewa dan sedih.

Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut "tidak dapat ditoleransi, tidak dapat diterima, dan tidak boleh dibiarkan." Yang membuat De la Fuente lebih terpukul adalah fakta bahwa ia sempat melontarkan pujian setinggi langit kepada para pemain Argentina beberapa hari sebelum pertandingan. "Para pemain sekelas mereka, yang sempat saya puji beberapa hari jelang pertandingan dan akan terus saya puji, yang merupakan pemain hebat di bawah pelatih yang juga luar biasa, pasti mereka juga merasa sedih seperti kami saat melihat reaksi-reaksi tersebut," tambahnya, menyiratkan harapannya agar para pemain Argentina juga menyesali perbuatan mereka.

FIFA Bergerak, Sanksi Menanti?

Insiden memalukan ini tidak luput dari perhatian otoritas sepak bola dunia. FIFA dikabarkan telah memulai penyelidikan menyeluruh terkait keributan di final Piala Dunia 2026 tersebut. Jika terbukti bersalah dan tindakan para pemain Argentina dianggap melanggar kode etik, bukan tidak mungkin sanksi berat akan menanti mereka. Hal ini tentu menjadi peringatan keras bagi semua pihak akan pentingnya menjaga sportivitas, bahkan di tengah tekanan dan emosi yang memuncak dalam sebuah laga final.

Baca Juga

gnews

Tags

Tinggalkan komentar