SportsZam – Ruben Amorim tampaknya sedang menghadapi kutukan yang sulit dipecahkan dalam karier kepelatihannya. Tim asal Inggris, Bournemouth, seolah telah menjadi "Kryptonite" atau kelemahan fatal bagi taktik sang manajer. Tak peduli di mana ia melabuhkan kepelatihannya, The Cherries selalu punya cara untuk membuat Amorim pulang tanpa kemenangan.
Tren negatif ini terus berlanjut saat Amorim mencoba membawa misi besar bersama klub barunya. Bournemouth kembali menunjukkan taringnya dan membuktikan bahwa mereka adalah lawan yang sangat merepotkan bagi sang pelatih asal Portugal tersebut.

Dominasi The Cherries Atas Taktik Amorim
Kekalahan terbaru yang paling menyakitkan terjadi di ajang Liga Europa pada Jumat (23/10). Tim asuhan Amorim harus mengakui keunggulan telak Bournemouth dengan skor mencolok 0-3. Hasil ini bukan sekadar kekalahan biasa, melainkan penegasan bahwa pola permainan Bournemouth selalu mampu mengeksploitasi celah dalam skema yang diterapkan Amorim.
Fenomena ini bukan hal baru. Jika menilik rekam jejaknya, Amorim sudah berkali-kali dibuat frustrasi oleh permainan agresif tim berjuluk The Cherries tersebut. Bahkan, saat masih menjabat sebagai nahkoda Manchester United, ia sudah merasakan pahitnya hasil imbang dan kekalahan saat berhadapan dengan tim ini.
Statistik Pertemuan Amorim vs Bournemouth
Untuk melihat seberapa parahnya dominasi Bournemouth terhadap Amorim, berikut adalah rincian hasil pertandingan yang pernah mereka lalui:
| Kompetisi / Periode | Skor Akhir | Hasil untuk Amorim |
|---|---|---|
| Era Manchester United (Match 1) | 4 – 4 | Imbang |
| Era Manchester United (Match 2) | 2 – 2 | Imbang |
| Era Manchester United (Match 3) | 0 – 3 | Kalah |
| Liga Europa (Teranyar) | 0 – 3 | Kalah |
Chant Mengejek dari Tribun Penonton
Kegagalan Amorim dalam menaklukkan Bournemouth tidak hanya terlihat di papan skor, tetapi juga bergema di tribun penonton. Para pendukung setia Bournemouth nampaknya sudah sangat hafal dengan pola kegagalan sang pelatih.
Setiap kali timnya berhasil mengungguli Amorim, para suporter kerap melontarkan chant atau nyanyian ejekan yang cukup pedas. Mereka menyanyikan lirik, "It happened again, it happened again, oh Ruben Amorim, it happened again," yang secara langsung menyindir ketidakmampuannya memutus rantai kekalahan tersebut.
Kini, tantangan besar menanti Amorim. Ia harus segera menemukan formula baru jika tidak ingin Bournemouth terus menjadi momok yang menghantui perjalanan karier manajerialnya di level tertinggi Eropa.






































