SportsZam – Bintang sepak bola Thailand, Chanathip Songkrasin, tampaknya belum ingin berhenti mengoleksi trofi di level Asia Tenggara. Meski sudah mengantongi tiga gelar juara Piala AFF, gelandang maestro berusia 32 tahun tersebut kini memasang target yang jauh lebih tinggi: menaklukkan edisi perdana FIFA ASEAN Cup 2026.
Ambisi besar ini muncul menjelang partai puncak yang akan mempertemukan Thailand dengan tuan rumah Timnas Indonesia. Laga final yang sangat dinantikan ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Senin (5/10/2026).

Target Sejarah Baru di Era FIFA
Bagi Chanathip, turnamen yang kini berada di bawah naungan FIFA ini bukan sekadar kompetisi biasa. Ia melihat adanya pergeseran prestise yang signifikan bagi sepak bola di kawasan Asia Tenggara. Thailand sendiri melaju ke partai final dengan performa impresif setelah menyapu bersih kemenangan di fase grup.
"Sepak bola ASEAN kini memasuki babak baru. Seperti yang kita tahu, ini adalah pertama kalinya FIFA terlibat langsung dalam kompetisi seperti ini," ungkap Chanathip kepada media, Minggu (4/10).
Ia menegaskan bahwa skuad "Gajah Perang" datang dengan kekuatan penuh demi mengukir catatan sejarah. Menurutnya, keterlibatan FIFA memberikan legitimasi yang lebih kuat bagi setiap negara yang bertanding.
Perbandingan Prestasi dan Tantangan Final
Thailand datang ke partai final dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah finis sebagai juara Grup B dengan raihan poin sempurna. Namun, tantangan sesungguhnya adalah menghadapi tekanan suporter tuan rumah, Indonesia, yang akan bermain di hadapan pendukungnya sendiri di Jakarta.
Berikut adalah ringkasan perjalanan Thailand menuju final FIFA ASEAN Cup 2026:
| Keterangan | Detail Informasi |
|---|---|
| Status Tim | Juara Grup B |
| Poin Fase Grup | 6 Poin (3 Pertandingan) |
| Target Utama | Juara FIFA ASEAN Cup 2026 |
| Lawan di Final | Timnas Indonesia |
| Lokasi Final | Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) |
| Waktu Laga | Senin, 5 Oktober 2026 |
Misi Menjadi Pionir Juara
Chanathip menyadari bahwa menjadi juara di edisi pertama turnamen yang dikelola FIFA akan memberikan nilai historis yang berbeda dibandingkan Piala AFF konvensional. Ia ingin memastikan bahwa Thailand tetap menjadi kekuatan dominan di Asia Tenggara, bahkan di format kompetisi yang lebih bergengsi ini.
"Kami ingin menciptakan sejarah besar dengan menjadi juara dalam kompetisi perdana yang diinisiasi FIFA ini," pungkas sang kapten dengan penuh optimisme.
Kini, bola panas ada di kaki kedua tim. Apakah Thailand mampu menambah koleksi trofi Chanathip, ataukah Indonesia yang akan merayakan gelar juara di rumah sendiri? Seluruh mata pecinta sepak bola Asia Tenggara akan tertuju pada SUGBK pada Senin mendatang.






































