SportsZam – Drama panas terjadi di kancah sepak bola Asia Tenggara pasca laga panas antara Indonesia melawan Bangladesh dalam ajang FIFA ASEAN Cup 2026. Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) secara mengejutkan melayangkan protes keras dan mendesak FIFA untuk memberikan klarifikasi resmi terkait durasi waktu tambahan (injury time) yang diberikan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Ketegangan ini bermula ketika terdapat perbedaan mencolok antara informasi awal yang diberikan oleh ofisial pertandingan dengan kenyataan di lapangan. FAM menilai adanya ketidakkonsistenan yang berpotensi memengaruhi integritas kompetisi.

Kejanggalan Durasi Tambahan Waktu di SUGBK
Dalam pernyataan resminya pada Jumat (2/10) pagi WIB, FAM menyoroti perubahan durasi waktu tambahan yang sangat signifikan. Berdasarkan laporan yang diterima, awalnya ofisial hanya memberikan sinyal tambahan waktu selama dua menit. Namun, secara mengejutkan, durasi tersebut membengkak menjadi tujuh menit.
FAM menegaskan bahwa akurasi pengelolaan waktu adalah elemen krusial dalam menjaga sportivitas dan transparansi sebuah turnamen internasional. Mereka ingin memastikan bahwa seluruh prosedur yang dijalankan oleh perangkat pertandingan telah sesuai dengan Laws of the Game.
Detail Perubahan Waktu Tambahan
Berikut adalah ringkasan perbedaan durasi waktu yang menjadi poin keberatan FAM:
| Keterangan | Durasi Awal (Informasi Ofisial) | Durasi Akhir (Realita Lapangan) | Selisih Waktu |
|---|---|---|---|
| Tambahan Waktu (Injury Time) | 2 Menit | 7 Menit | 5 Menit |
Dampak Skor Telak Indonesia Terhadap Klasemen
Perubahan durasi waktu ini menjadi sangat sensitif karena berdampak langsung pada produktivitas gol Timnas Indonesia. Saat tambahan waktu dua menit pertama diperkirakan akan berakhir, Indonesia sudah unggul telak 7-1 atas Bangladesh. Namun, dengan adanya tambahan lima menit ekstra, Garuda mampu menyarangkan dua gol tambahan.
Hasil akhir yang mencatatkan skor fantastis 9-2 untuk kemenangan Indonesia ini menjadi "pukulan telak" bagi Malaysia. Berikut adalah perbandingan performa dua tim di Grup A:
Perbandingan Hasil Pertandingan Grup A
| Tim | Lawan | Skor Akhir | Status di Grup A |
|---|---|---|---|
| Indonesia | Bangladesh | 9 – 2 | Juara Grup (via selisih gol) |
| Malaysia | Singapura | 6 – 0 | Runner-up Grup |
Kemenangan besar Indonesia tersebut membuat posisi Malaysia tergeser dalam perebutan gelar juara grup. Berkat keunggulan selisih gol yang sangat tinggi, pasukan John Herdman dipastikan melaju ke babak final, sementara Malaysia harus puas hanya memperebutkan tempat ketiga.
Melalui pernyataan tertulisnya, FAM menekankan bahwa langkah ini diambil bukan untuk menggugat hasil akhir pertandingan atau meragukan performa tim mana pun. Fokus utama mereka adalah menuntut transparansi dan kejelasan prosedur dari FIFA agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang, terutama dalam pertandingan dengan tensi tinggi yang menentukan nasib tim di turnamen besar.






































