SportsZam – Manchester United harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang 1-1 oleh Fulham dalam lanjutan Premier League di Craven Cottage. Hasil ini terasa pahit, terutama setelah bek andalan mereka, Lisandro Martinez, secara tidak sengaja mencetak gol bunuh diri yang membuat manajer Michael Carrick merasa timnya dilanda kesialan.
Drama di Craven Cottage: Gol Bunuh Diri yang Menyakitkan

Duel sengit antara Fulham dan Manchester United pada Minggu malam (20/9/2026) berakhir tanpa pemenang. Pertandingan yang diwarnai jual beli serangan ini mencapai puncaknya di menit ke-63 ketika insiden tak terduga terjadi. Kiper Senne Lammens berhasil menepis bola, namun pantulan bola justru mengenai Lisandro Martinez dan berbelok masuk ke gawang sendiri. Gol bunuh diri yang malang ini sontak membuat Fulham unggul 1-0 dan mengejutkan kubu Setan Merah. Momen tersebut menjadi titik balik emosional dalam laga, mengubah dinamika pertandingan secara drastis.
Respon Setan Merah dan Penyelamat Cunha
Tertinggal satu gol, Manchester United tidak menyerah. Mereka terus menekan pertahanan Fulham, mencari celah untuk menyamakan kedudukan. Upaya keras mereka akhirnya membuahkan hasil menjelang peluit akhir. Matheus Cunha tampil sebagai pahlawan dengan mencetak gol krusial yang menyelamatkan Setan Merah dari kekalahan memalukan. Gol Cunha memastikan kedua tim harus puas berbagi satu poin, meski rasa frustrasi masih menyelimuti kubu tamu.
Statistik Dominasi Tanpa Kemenangan
Meskipun hasil akhir imbang, statistik pertandingan menunjukkan dominasi jelas dari Manchester United. Mereka unggul jauh dalam penguasaan bola dan jumlah tembakan, namun tidak mampu mengonversinya menjadi kemenangan.
| Statistik | Manchester United | Fulham |
|---|---|---|
| Penguasaan Bola | 56% | 44% |
| Total Tembakan | 25 | 12 |
| Tembakan Tepat Sasaran | 7 | 6 |
Angka-angka ini mengindikasikan bahwa MU seharusnya bisa meraih lebih dari sekadar satu poin, namun efektivitas penyelesaian akhir dan sedikit nasib buruk menghalangi mereka. Kiper lawan juga tampil gemilang, menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus.
Kekecewaan Carrick: Antara Performa dan Nasib Sial
Manajer Manchester United, Michael Carrick, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya pasca pertandingan. Dalam wawancaranya, Carrick menegaskan bahwa timnya sudah melakukan "cukup banyak untuk memenangkan pertandingan" dan merasa "seharusnya bisa menang." Ia secara spesifik menyoroti gol bunuh diri Lisandro Martinez sebagai "sangat tidak menguntungkan."
"Sebagian besar kami bermain bagus," ujar Carrick, seperti dilansir dari SportsZam.com. "Kiper mereka melakukan penyelamatan gemilang, di hari lain kami bisa mencetak dua atau tiga gol." Meski demikian, ia memuji respons timnya: "Saya senang dengan bagaimana kami merespons, para pemain tetap percaya diri dan terus melakukan hal yang benar. Saya pikir satu poin adalah minimal yang harus kami dapatkan." Pernyataan ini menunjukkan campuran antara frustrasi atas hasil dan kepuasan terhadap semangat juang tim.
Tren Tanpa Kemenangan yang Mengkhawatirkan
Hasil imbang di Craven Cottage ini menambah daftar panjang hasil kurang memuaskan bagi Manchester United di Liga Inggris musim 2026/2027. Setan Merah kini belum meraih kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir, dengan catatan dua hasil imbang dan satu kekalahan. Tren ini tentu menjadi sorotan dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan penggemar serta manajemen tim, mengingat ambisi besar mereka di musim ini. Tekanan mulai terasa untuk segera kembali ke jalur kemenangan.






































