SportsZam – Anggapan bahwa Ducati tengah mengalami krisis performa di awal musim MotoGP 2026 dinilai terlalu berlebihan. Mantan pembalap MotoGP, Pol Espargaro, berpendapat bahwa situasinya tidak separah yang dibayangkan.
Setelah mendominasi MotoGP dalam empat tahun terakhir, performa Ducati memang terlihat menurun. Pabrikan asal Italia itu baru meraih satu kemenangan dari enam balapan yang telah digelar, itu pun hanya di sprint race Brasil melalui Marc Marquez.

Performa Ducati di tiga seri pembuka memang kurang menggigit. Pencapaian terbaik mereka hanya finish di posisi keempat. Situasi ini kontras dengan Aprilia yang berhasil meraih empat kemenangan, tiga di antaranya di balapan utama.
Espargaro meyakini bahwa krisis atau tidaknya Ducati baru akan terlihat jelas di musim 2027, ketika regulasi baru MotoGP diberlakukan. Kebijakan konsesi yang menguntungkan Aprilia juga sedikit banyak mempengaruhi performa Ducati saat ini.
"Banyak yang memperhatikan apa yang terjadi. Ketika ada situasi seperti ini, semuanya dibesar-besarkan. Media lebih suka memberitakan kemalangan daripada kemenangan," ujar Espargaro kepada AS.
"Memang benar Ducati tidak meraih hasil sebaik sebelumnya, tapi ini adalah konsekuensi dari konsesi. Saya pikir kita akan melihatnya di musim 2027 ketika semua tim memulai dari nol dengan keuntungan dan kerugian yang sama."
"Saat itulah kita akan melihat apakah Ducati benar-benar dalam masalah atau tidak. Tapi, saya pikir apa yang terjadi sekarang bukan hanya hasil dari musim ini, melainkan hasil dari empat tahun terakhir mereka terhambat tanpa adanya konsesi," pungkas Pol Espargaro.
Perbandingan Performa Ducati vs Aprilia di Awal Musim 2026
| Tim | Kemenangan | Podium | Posisi Terbaik di Grand Prix |
|---|---|---|---|
| Ducati | 1 (Sprint) | – | 4 |
| Aprilia | 4 | – | 1 |





