SportsZam – Francesco Bagnaia menepis anggapan bahwa performanya menurun drastis di Ducati akibat kehadiran Marc Marquez. Meskipun kesulitan bersaing dengan rekan setimnya itu, Bagnaia menegaskan masalah utamanya terletak pada adaptasi dengan perubahan pada motor Desmosedici.
Setelah mendominasi MotoGP selama tiga musim terakhir, performa Bagnaia mengalami penurunan signifikan di musim 2025. Kegagalan finis di lima balapan terakhir membuatnya terlempar ke posisi kelima di klasemen akhir. Sementara itu, Marc Marquez justru tampil sensasional dengan memenangkan 25 dari 36 balapan dan meraih gelar juara dunia kesembilan.

Performa kurang memuaskan Bagnaia berlanjut di awal musim 2026, dengan hanya finis kesembilan di sprint race dan balapan utama seri pembuka di Thailand. Namun, pebalap Italia itu bersikeras bahwa masalahnya bukan karena tekanan dari Marquez.
"Marc datang dan mendominasi, itu fakta. Tidak ada yang bisa membantahnya," ujar Bagnaia, seperti dikutip dari GPOne. "Masalah saya adalah saya tidak bisa menunggangi motor yang sudah berubah dari tahun lalu, padahal sebelumnya motor itu sempurna. Saya sangat kesulitan, bukan karena Marc, tapi karena saya tidak bisa mengeluarkan potensi terbaik saya."
Perbandingan Performa Bagnaia dan Marquez (2025)
| Keterangan | Francesco Bagnaia | Marc Marquez |
|---|---|---|
| Posisi Klasemen Akhir | 5 | 1 |
| Jumlah Kemenangan | 0 | 11 |
| Jumlah Podium | – | – |
| Jumlah Gagal Finis | 5 | – |
Masa Depan Bagnaia di Ducati
Hasil buruk di musim lalu memunculkan spekulasi mengenai masa depan Bagnaia di Ducati. Kontraknya akan habis pada akhir 2026, dan santer dikabarkan bahwa pabrikan Italia itu tertarik untuk menduetkan Marc Marquez dengan Pedro Acosta. Namun, Bagnaia menegaskan fokusnya saat ini adalah memperbaiki performa dan beradaptasi dengan motor baru.





