SportsZam – Gemuruh Stamford Bridge pada Sabtu malam (30/12/2025) tak hanya diwarnai hasil imbang 2-2 Chelsea melawan Bournemouth, tetapi juga menyisakan tanda tanya besar dan frustrasi di kalangan penggemar The Blues. Sosok Cole Palmer, yang tampil impresif, lagi-lagi ditarik keluar sebelum peluit panjang, memicu gelombang protes di media sosial dan tribun penonton.
Drama di Stamford Bridge: Chelsea Tertahan, Palmer Jadi Sorotan

Pertandingan Liga Inggris di kandang sendiri seharusnya menjadi kesempatan bagi Chelsea untuk kembali ke jalur kemenangan. Namun, skenario pahit kembali terulang. Setelah David Brooks mengejutkan publik tuan rumah dengan gol cepat, Chelsea sempat membalikkan keadaan dengan semangat juang yang tinggi.
Cole Palmer menunjukkan ketenangannya dengan mengonversi hadiah penalti menjadi gol penyama kedudukan, disusul gol indah Enzo Fernandez yang membawa The Blues unggul 2-1 dalam waktu kurang dari 25 menit. Sayangnya, keunggulan itu tak bertahan lama setelah Justin Kluivert menyamakan skor, memastikan Chelsea hanya meraih satu poin dan memperpanjang catatan tanpa kemenangan mereka menjadi tiga pertandingan beruntun.
Statistik Palmer yang Memukau Sebelum Ditarik Keluar
Keputusan manajer Enzo Maresca (diwakili asistennya) untuk menarik keluar Cole Palmer di menit ke-62, menggantinya dengan Joao Pedro, sontak menjadi topik perdebatan hangat. Pasalnya, performa gelandang internasional Inggris tersebut jauh dari kata mengecewakan.
Selama 62 menit di lapangan, Palmer adalah motor serangan Chelsea. Ia mencatatkan 41 sentuhan bola, melepaskan dua tembakan (satu tepat sasaran), dan menciptakan dua umpan kunci yang berpotensi menjadi gol. Angka-angka ini jelas menunjukkan kontribusinya yang signifikan, membuat para suporter bertanya-tanya alasan di balik pergantian tersebut.
Pola Pergantian yang Membingungkan Penggemar
Insiden pergantian Palmer ini bukanlah yang pertama. Laporan dari SportsZam.com menyebutkan bahwa ini adalah kali keenam secara berturut-turut Palmer ditarik keluar dari lapangan sebelum pertandingan usai. Terakhir kali ia bermain penuh selama 90 menit adalah saat Chelsea takluk 1-3 dari Bayern Munich di Liga Champions pada September lalu.
Pola ini mulai menimbulkan kekhawatiran dan kebingungan di kalangan basis penggemar Chelsea. Mereka merasa kehilangan daya serang dan kreativitas di momen krusial pertandingan setiap kali Palmer digantikan, terutama ketika tim sedang berjuang mencari gol kemenangan atau mempertahankan keunggulan.
Penjelasan dari Bench Chelsea: Demi Kebugaran Sang Bintang
Menanggapi gelombang protes, asisten manajer Chelsea, Willy Caballero, yang mewakili Enzo Maresca dalam konferensi pers pasca-pertandingan, memberikan klarifikasi. Caballero menegaskan bahwa keputusan tersebut murni demi melindungi kebugaran pemain.
"Suporter mana pun tentu menginginkan para pemain terbaik mereka tetap berada di lapangan. Kami juga merasakan hal yang sama," ujar Caballero lugas. "Namun, Cole baru saja pulih dari cedera panjang. Dalam situasi seperti ini, kami harus bijak mencari keseimbangan antara kebutuhan pertandingan dan menjaga kebugaran pemain. Kami ingin mereka tetap fit dan tersedia untuk sisa musim ini."
Dilema antara keinginan penggemar untuk melihat bintang mereka bermain penuh dan strategi manajemen klub untuk menjaga aset berharga tetap menjadi tantangan. Apakah keputusan ini akan terbukti tepat dalam jangka panjang atau justru terus memicu gejolak di Stamford Bridge, waktu yang akan menjawabnya.





