SportsZam – Teka-teki mengenai masa depan kursi kepelatihan Timnas Portugal akhirnya terkuak. Sang "Special One", Jose Mourinho, dikabarkan sempat menjadi target utama Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) untuk memimpin skuad Selecao das Quinas. Namun, alih-alih bersedia mengabdi pada negara asalnya, Mourinho justru mengambil keputusan yang mengejutkan banyak pihak.
Ambisi Klub Mengalahkan Panggilan Tanah Air

Berdasarkan laporan dari media Spanyol, AS, FPF bergerak cepat mencari suksesor setelah berakhirnya era Roberto Martinez. Nama Jose Mourinho muncul sebagai kandidat terkuat untuk membawa Portugal ke level yang lebih tinggi. Namun, langkah FPF terbentur oleh ambisi besar klub raksasa Spanyol, Real Madrid.
Presiden Real Madrid, Florentino Perez, dilaporkan turun tangan langsung untuk meyakinkan Mourinho agar bersedia merapat ke Santiago Bernabeu. Tidak main-main, pihak Madrid bahkan langsung mengaktifkan klausul pembelian untuk mengamankan jasa pelatih taktis tersebut. Pada akhirnya, pesona kompetisi level klub jauh lebih menggoda bagi Mourinho dibandingkan tanggung jawab di level internasional.
Sejarah Penolakan yang Berulang
Ternyata, ini bukan kali pertama Portugal mencoba merayu Mourinho. Ada pola yang terlihat bahwa sang pelatih memang memiliki preferensi yang sangat kuat terhadap kompetisi klub. Berikut adalah ringkasan dinamika perpindahan dan penolakan yang melibatkan Mourinho:
| Tahun | Pihak Pengincar | Status | Keputusan Mourinho |
|---|---|---|---|
| 2012 | Federasi Portugal (FPF) | Pendekatan | Menolak |
| Terbaru | Federasi Portugal (FPF) | Pendekatan | Menolak (Pilih Real Madrid) |
| Terbaru | Real Madrid | Negosiasi Aktif | Menerima |
Fokus Mourinho: Petualangan di Level Klub
Keputusan Mourinho untuk memilih Real Madrid daripada Portugal mempertegas filosofinya selama ini. Hingga saat ini, Mourinho tampaknya masih merasa memiliki "api" yang besar untuk bertarung di kompetisi liga dan turnamen antar klub yang intensitasnya sangat tinggi. Baginya, dinamika taktik di level klub memberikan kepuasan tersendiri yang sulit ditemukan di level tim nasional.
Akibat penolakan ini, Portugal akhirnya harus beralih haluan dan menunjuk Jorge Jesus untuk menakhodai tim. Meski demikian, banyak pengamat sepak bola berspekulasi bahwa pintu Portugal tidak akan pernah benar-benar tertutup bagi Mourinho. Siapa yang tahu, jika suatu saat ia merasa jenuh dengan kompetisi klub, panggilan tanah air mungkin akan menjadi tujuan terakhir dalam karier legendarisnya.






































