Penyesalan Xhaka: Dulu Tak Percaya Vaksin, Kini Terjerat!

Santoso

Santoso

Penyesalan Xhaka: Dulu Tak Percaya Vaksin, Kini Terjerat!

SportsZam – Badai menerpa karier Granit Xhaka, kapten Timnas Swiss yang kini membela Sunderland. Gelandang tangguh ini terjerat dalam pusaran kontroversi setelah mengakui sempat tidak percaya vaksin Covid-19 dan nekat menggunakan sertifikat palsu. Sebuah pengakuan mengejutkan yang kini menyeretnya ke meja penyelidikan dan membuatnya absen dari laga-laga penting.

Skandal Sertifikat Palsu Mengguncang Karier Xhaka

Penyesalan Xhaka: Dulu Tak Percaya Vaksin, Kini Terjerat!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Kantor Jaksa Penuntut Umum kota Lucerne, Swiss, kini tengah menyelidiki Granit Xhaka terkait dugaan penggunaan sertifikat vaksin Covid-19 palsu. Dokumen yang seharusnya menjadi bukti perlindungan dan syarat bepergian di masa pandemi itu, diakui Xhaka didapatkannya secara ilegal. Ironisnya, Xhaka sendiri pernah terpapar virus corona pada tahun 2022, namun setahun kemudian ia malah memilih jalur pintas dengan sertifikat palsu.

Konsekuensi langsung dari skandal ini tak main-main. Xhaka dipastikan absen membela Swiss dalam ajang Nations League. Ia tidak akan memperkuat La Nati saat menghadapi Makedonia Utara, Skotlandia, dan Slovenia, karena harus fokus menjalani proses penyelidikan di negaranya. Absennya sang kapten tentu menjadi pukulan telak bagi skuad Swiss yang sangat mengandalkan kepemimpinannya di lapangan tengah.

Pengakuan Jujur Sang Kapten

Melalui pernyataan resmi di platform media sosialnya, Granit Xhaka menyampaikan penyesalan mendalam atas tindakannya. Dengan nada jujur, ia mengakui keraguan yang membayangi pikirannya terkait vaksin Covid-19 pada saat itu.

"Dalam beberapa hari terakhir, pemberitaan terkait persoalan saya ini telah menyebar. Saya ingin membereskannya sendiri," ujar Xhaka. "Terkait vaksin Covid-19, saat itu saya ragu dan berpikir dua kali. Saya tidak percaya dengan vaksin dan dibayangi kekhawatiran serta ketakutan."

Pemain berusia 33 tahun itu melanjutkan, "Saat emosi saya tidak stabil, saya memilih membeli sertifikat itu ketimbang bertanya kepada ahlinya. Hari ini saya merasa tindakan itu keliru. Itu kesalahan besar. Saya menyesal."

Xhaka juga menegaskan kesiapannya untuk bertanggung jawab penuh atas keputusannya. "Saya siap bertanggung jawab atas keputusan saya. Saya berkomitmen penuh menjalani investigasi dan akan bekerja sama penuh dengan otoritas terkait," tambahnya, menunjukkan sikap kooperatif dalam menghadapi proses hukum.

Dampak dan Masa Depan Bintang Sunderland

Skandal ini tidak hanya mencoreng reputasi pribadi Xhaka, tetapi juga memberikan dampak signifikan pada karier internasionalnya. Absennya di Nations League adalah bukti nyata bahwa integritas adalah hal yang tak bisa ditawar. Sebagai kapten tim nasional, tindakannya ini tentu menjadi sorotan tajam.

Meskipun demikian, Xhaka memiliki rekam jejak yang mengesankan bersama Timnas Swiss, menunjukkan kualitas dan dedikasinya di lapangan hijau.

Granit Xhaka: Sekilas Karier Internasional

Statistik Detail
Jumlah Kaps 153
Jumlah Gol 18
Pencapaian Penting Perempatfinal Piala Dunia 2022

Kini, fokus Xhaka tidak hanya pada performanya di klub Sunderland, tetapi juga pada penyelesaian masalah hukum yang dihadapinya. Proses investigasi akan menjadi penentu langkah selanjutnya bagi salah satu gelandang terbaik Swiss ini, dan publik menanti bagaimana ia akan bangkit dari keterpurukan ini.

Baca Juga

gnews

Tags

Tinggalkan komentar