SportsZam – Manchester United kembali menjadi sorotan tajam setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Fulham dalam lanjutan Liga Inggris. Hasil minor ini bukan hanya tentang poin yang hilang, melainkan juga performa ‘Setan Merah’ yang dinilai lesu dan jauh dari kata memuaskan, dengan kritik utama menyoroti tempo permainan yang terlalu lambat dan kurangnya intensitas di lapangan.
Drama di Craven Cottage yang Penuh Kritik

Bertanding di markas Fulham, Craven Cottage, pada Minggu (20/9/2026) malam WIB, Manchester United harus berjuang keras untuk menghindari kekalahan. Laga yang berakhir 1-1 ini diwarnai drama di menit-menit akhir, di mana Setan Merah secara dramatis selamat dari hasil buruk berkat gol penyama kedudukan.
United sempat tertinggal lebih dulu setelah bek mereka, Lisandro Martinez, melakukan gol bunuh diri pada menit ke-63. Situasi ini membuat skuad asuhan Michael Carrick berada di bawah tekanan besar. Beruntung, Matheus Cunha muncul sebagai penyelamat dengan mencetak gol balasan pada menit ke-89, memastikan satu poin berhasil dibawa pulang dari London. Namun, hasil imbang ini tetap meninggalkan banyak pertanyaan besar mengenai kesiapan dan semangat juang tim.
Statistik Mencengangkan: Jarak Tempuh yang Mengkhawatirkan
Kritik terhadap lambatnya permainan Manchester United bukan sekadar opini, melainkan didukung oleh data statistik yang mengkhawatirkan. Laporan dari The Sun mengungkapkan bahwa para pemain Manchester United berlari secara signifikan lebih sedikit dibandingkan lawan mereka, Fulham.
Berikut adalah perbandingan jarak tempuh kedua tim:
| Tim | Jarak Tempuh Total (km) |
|---|---|
| Fulham | 116.7 |
| Manchester United | 110.2 |
| Selisih (MU lebih rendah) | 6.5 |
Angka-angka ini menunjukkan bahwa Fulham menempuh jarak 6.5 kilometer lebih jauh dari Manchester United. Perbedaan yang cukup mencolok ini menjadi indikator kuat mengenai kurangnya intensitas dan etos kerja para pemain Setan Merah di lapangan, sebuah aspek fundamental dalam sepak bola modern.
Vonis Sang Mantan: Ashley Young Tak Habis Pikir
Performa lesu Manchester United ini tak luput dari perhatian para pengamat sepak bola Inggris, termasuk mantan pemain Setan Merah sendiri, Ashley Young. Young, yang kini menjadi komentator, secara blak-blakan menyuarakan kekecewaannya.
"Permainannya terlalu lambat, Fulham berlari lebih banyak dan terlihat lebih ingin menang," kata Young, seperti dikutip dari BBC. Ia juga menyoroti kesalahan individual yang berujung pada gol Fulham. "Bassey begitu saja melepaskan Cunha [untuk gol Fulham] dan tampak ingin membawa permainan menyerang Manchester United, dan Carrick akan berpikir ‘kita harus berbuat jauh lebih banyak’."
Komentar Young menggarisbawahi masalah mendasar yang dihadapi United: kurangnya kecepatan dalam transisi, baik saat menyerang maupun bertahan, serta minimnya keinginan untuk mendominasi fisik pertandingan.
Terjebak di Papan Tengah: Masa Depan yang Suram?
Dengan hasil imbang ini, Manchester United masih tertahan di papan tengah klasemen sementara Liga Inggris musim 2026/2027. Tim Manchester Merah baru mengumpulkan lima poin dari lima pertandingan yang telah dimainkan, menempatkan mereka di posisi ke-12.
Posisi ini tentu jauh dari ekspektasi bagi klub sebesar Manchester United yang selalu menargetkan persaingan di papan atas. Jika masalah tempo permainan yang lambat dan kurangnya intensitas tidak segera diatasi, perjalanan Michael Carrick dan anak asuhnya di musim ini diprediksi akan semakin berat dan penuh tantangan. Pertanyaan besar kini menggantung: mampukah Setan Merah bangkit dari keterpurukan ini dan menemukan kembali identitas permainan mereka?






































