SportsZam – LASK Linz, klub asal Austria, baru saja mengukir salah satu kisah comeback paling sensasional dalam sejarah kualifikasi Liga Champions! Dengan mental baja dan semangat pantang menyerah, mereka berhasil membalikkan defisit agregat empat gol melawan raksasa Skotlandia, Celtic, untuk mengamankan tiket ke putaran final Liga Champions untuk pertama kalinya. Pertandingan leg kedua babak play-off yang digelar di Raiffeisen Arena pada Rabu (26/8/2026) dini hari WIB ini akan dikenang sebagai malam keajaiban yang mendebarkan.
Drama di Raiffeisen Arena: Dari Mimpi Buruk Menuju Sejarah

Celtic datang ke Raiffeisen Arena dengan modal keunggulan agregat 3-0 yang nyaman dari leg pertama. Tekanan untuk LASK semakin memuncak ketika Callum McGregor dari Celtic berhasil memperlebar keunggulan menjadi 4-0 secara agregat melalui golnya di menit ke-21. Situasi ini seolah menempatkan LASK di ambang eliminasi, dengan tugas yang hampir mustahil di depan mata.
Namun, tim tuan rumah menolak untuk menyerah. Secercah harapan mulai muncul ketika Moses Usor berhasil menyamakan kedudukan 1-1 di menit ke-32. Gol ini membangkitkan semangat para pemain dan suporter, mengubah atmosfer Raiffeisen Arena dari keputusasaan menjadi optimisme. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum, memberikan LASK waktu untuk merancang strategi kebangkitan.
Badai Gol LASK: Kebangkitan Sang Kuda Hitam
Babak kedua menjadi panggung bagi LASK untuk menunjukkan determinasi luar biasa. Tampil bak kesetanan, LASK melancarkan badai serangan yang tak mampu dibendung pertahanan Celtic. Robert Ljubicic membuka keran gol di babak kedua pada menit ke-48, mengubah skor menjadi 2-1. Tak lama berselang, Samuel Adeniran menambah gol ketiga untuk LASK di menit ke-58, membuat skor menjadi 3-1. Puncaknya, Florian Flecker mencetak gol heroik di masa injury time (90+1′), menjadikan skor 4-1 di waktu normal.
Kemenangan 4-1 ini membuat agregat menjadi sama kuat 4-4, memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu. Momentum sepenuhnya berada di tangan LASK. Di menit ke-109, Samuel Adeniran kembali menjadi pahlawan dengan mencetak gol keduanya, membawa LASK unggul 5-1. Gol ini memastikan kemenangan agregat 5-4 yang luar biasa dan mengantarkan LASK ke putaran final Liga Champions!
Detik-detik Kebangkitan LASK di Leg Kedua
Berikut adalah rincian gol yang tercipta di leg kedua yang penuh drama:
| Pemain (Klub) | Menit | Skor Leg 2 | Agregat |
|---|---|---|---|
| Callum McGregor (CEL) | 21′ | 0-1 | 0-4 |
| Moses Usor (LASK) | 32′ | 1-1 | 1-4 |
| Robert Ljubicic (LASK) | 48′ | 2-1 | 2-4 |
| Samuel Adeniran (LASK) | 58′ | 3-1 | 3-4 |
| Florian Flecker (LASK) | 90+1′ | 4-1 | 4-4 |
| Samuel Adeniran (LASK) | 109′ | 5-1 | 5-4 |
Respon Dietmar Kuehbauer: Kebanggaan yang Tak Terhingga
Pelatih LASK, Dietmar Kuehbauer, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya atas pencapaian tim asuhannya. "Apa yang ditunjukkan para pemain malam ini sungguh luar biasa. Kami berhasil memaksakan keunggulan 4-1 dan terus menekan. Saya benar-benar sangat bangga dengan perjuangan mereka," ujar Kuehbauer, dikutip dari laman resmi Liga Champions. Pernyataan ini mencerminkan semangat juang dan kualitas mental yang ditunjukkan oleh skuad LASK.
Sejarah Baru Terukir: LASK di Panggung Liga Champions
Kemenangan dramatis ini bukan hanya sekadar tiket ke babak berikutnya, melainkan sebuah debut bersejarah bagi LASK Linz di panggung tertinggi sepak bola Eropa, Liga Champions. Bersama Bodo/Glimt (Norwegia) dan Sabah FK (Azerbaijan) yang juga lolos, LASK siap menantang tim-tim elite Eropa. Perjalanan LASK di Liga Champions musim 2026/2027 dipastikan akan menjadi sorotan, dan para penggemar sepak bola di seluruh dunia tak sabar menantikan kiprah sang debutan ini.






































