SportsZam – Panggung Ligue 1 Prancis baru saja menyaksikan sebuah babak baru dalam dinasti Ancelotti. Davide Ancelotti, putra dari pelatih legendaris Carlo Ancelotti, sukses menjejakkan kakinya sebagai pelatih kepala Lille dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Angers pada pekan pembuka, Minggu (23/8) malam WIB. Kemenangan ini, yang diukir berkat gol-gol dari Jonathan David dan Angel Gomes, bukan sekadar tiga poin, melainkan deklarasi awal Davide untuk merajut kisah kepelatihannya sendiri, lepas dari bayang-bayang nama besar sang ayah.
Jejak Karier Sang Putra Mahkota Lapangan Hijau

Davide Ancelotti, sosok berusia 37 tahun yang kini memegang kendali penuh di kursi pelatih Lille, bukanlah nama asing di dunia sepak bola, meski perannya kerap berada di balik layar. Kontraknya bersama Les Dogues, yang akan mengikatnya hingga musim panas 2028, menandai babak baru setelah perjalanan panjang sebagai ‘orang kepercayaan’ ayahnya.
Karier bermainnya memang singkat; jebolan akademi AC Milan ini memutuskan gantung sepatu pada usia 20 tahun di tahun 2009, setelah terakhir membela Borgomanero. Namun, keputusan itu membuka jalan bagi jalur kepelatihan yang lebih cepat dan terarah.
Dari Lapangan ke Bangku Cadangan: Transformasi Davide
Tidak membuang waktu, Davide segera mendalami ilmu keolahragaan (Sports Science) dan meraih gelarnya pada usia 22 tahun, diikuti dengan lisensi kepelatihan UEFA. Sejak tahun 2012, ia telah menjadi bayangan setia Carlo Ancelotti, memulai sebagai pelatih fisik di Paris Saint-Germain, kemudian berlanjut ke Real Madrid dua tahun berselang. Perjalanan ini membawanya melintasi klub-klub raksasa Eropa seperti Bayern Munich, Napoli, Everton, hingga kembali ke Real Madrid, dan bahkan sempat mencicipi atmosfer Timnas Brasil serta melatih Botafogo pada 2025.
Berikut adalah rekam jejak Davide Ancelotti dalam dunia kepelatihan sebelum menjabat sebagai pelatih kepala Lille:
| Periode | Peran | Tim |
|---|---|---|
| 2012-2014 | Pelatih Fisik | Paris Saint-Germain |
| 2014-2015 | Pelatih Fisik | Real Madrid |
| 2016-2017 | Asisten Pelatih | Bayern Munich |
| 2018-2019 | Asisten Pelatih | Napoli |
| 2019-2021 | Asisten Pelatih | Everton |
| 2021-2023 | Asisten Pelatih | Real Madrid |
| 2023-2024 | Asisten Pelatih | Tim Nasional Brasil |
| 2025 | Pelatih Kepala | Botafogo (sementara) |
Ambisi Davide: Menulis Kisah Sendiri
Meskipun menyandang nama Ancelotti yang sarat prestasi, Davide menegaskan ambisinya untuk mengukir jejaknya sendiri di dunia kepelatihan. "Saya di sini untuk menulis kisah saya sendiri. Saya sangat senang menjadi seorang Ancelotti, menyandang nama keluarga ini," ujarnya, seperti dikutip dari beIN Sports.
Ia menambahkan, "Hal itu tidak menjadi beban bagi saya. Namun, saya tidak ingin membandingkan diri dengan ayah saya. Saya tidak merasa tertekan karenanya." Pernyataan ini menunjukkan kematangan dan fokusnya untuk membuktikan diri berdasarkan kapasitasnya sendiri.
Tantangan Berat di Panggung Prancis
Davide menyadari bahwa latar belakangnya memang unik, namun ia menekankan bahwa pengalaman panjangnya sebagai asisten pelatih di bawah tekanan tinggi dan standar ketat telah mempersiapkannya. "Memang benar latar belakang saya agak unik, tetapi saya sudah lama berkecimpung di dunia sepakbola. Saya memulainya di sini, di negara ini. Kemudian saya menjalani karier yang sangat panjang sebagai asisten pelatih dengan tuntutan besar, tekanan tinggi, dan standar yang sangat ketat," pungkasnya kepada SportsZam.
Kini, di panggung utama Ligue 1, tantangan mahaberat menanti. Bisakah Davide Ancelotti membawa Lille meruntuhkan hegemoni Paris Saint-Germain dan menuliskan babak kejayaan baru di tanah Prancis? Hanya waktu dan performa di lapangan yang akan menjawabnya, namun langkah awal yang meyakinkan ini adalah pertanda positif dari seorang pelatih yang siap lepas dari bayang-bayang sang legenda.






































