Drama Penuh Air Mata! Senegal Dihantam Comeback Horor Belgia di Piala Dunia 2026!

Santoso

Santoso

Drama Penuh Air Mata! Senegal Dihantam Comeback Horor Belgia di Piala Dunia 2026!

SportsZam – Impian Senegal untuk melaju lebih jauh di Piala Dunia 2026 harus kandas secara menyakitkan. Singa Teranga, julukan timnas Senegal, harus menelan pil pahit setelah disingkirkan Belgia di babak 32 besar dalam sebuah laga dramatis yang berakhir dengan skor 3-2 di Seattle Stadium, Kamis (2/7/2026) pagi WIB. Sempat unggul dua gol, Senegal harus menyaksikan keunggulan mereka sirna di menit-menit akhir waktu normal, sebelum akhirnya takluk lewat penalti kontroversial di penghujung babak tambahan.

Keunggulan Fantastis yang Berakhir Tragis

Drama Penuh Air Mata! Senegal Dihantam Comeback Horor Belgia di Piala Dunia 2026!
Gambar Istimewa : akcdn.detik.net.id

Pertandingan antara Belgia dan Senegal berlangsung dengan intensitas tinggi sejak peluit awal dibunyikan. Sadio Mane dkk. menunjukkan performa gemilang, berhasil mendominasi jalannya laga dan menciptakan beberapa peluang berbahaya. Keunggulan Senegal akhirnya pecah pada menit ke-25 melalui aksi brilian Habib Diarra yang sukses merobek jala gawang Belgia. Gol ini sontak membakar semangat para pemain Singa Teranga.

Memasuki babak kedua, Senegal tak mengendurkan serangan. Mereka bahkan berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0 di awal paruh kedua lewat gol Ismaila Sarr. Dengan skor 2-0 dan waktu yang semakin menipis, Senegal tampak berada di atas angin, selangkah lagi menuju babak 16 besar. Para pendukung mereka di Seattle Stadium pun mulai bersorak merayakan kemenangan yang sudah di depan mata.

Kebangkitan Setan Merah: Lukaku dan Tielemans Menggila

Namun, sepak bola memang penuh kejutan. Belgia, yang sempat frustrasi dan kesulitan menembus pertahanan Senegal, menunjukkan mental baja mereka di menit-menit krusial. Romelu Lukaku menjadi pahlawan kebangkitan Setan Merah dengan golnya di menit ke-86, memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1. Gol tersebut seolah menjadi suntikan energi bagi Belgia.

Hanya berselang tiga menit, tepatnya di menit ke-89, Youri Tielemans berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Gol dramatis ini memaksa pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu, menghancurkan keunggulan Senegal yang sudah dipertahankan dengan susah payah.

Detik-detik Penuh Kontroversi di Perpanjangan Waktu

Babak perpanjangan waktu menjadi panggung drama yang sesungguhnya. Kedua tim saling jual beli serangan, namun skor 2-2 tak berubah hingga menit-menit akhir babak kedua perpanjangan waktu. Petaka bagi Senegal datang di menit ke-120+5. Lamine Camara dianggap menjatuhkan Tielemans di kotak terlarang. Wasit Said Martinez, setelah mengecek VAR, memutuskan untuk memberikan hadiah penalti kepada Belgia.

Tielemans, yang sebelumnya mencetak gol penyama kedudukan, kembali menjadi eksekutor dan sukses mengonversi penalti tersebut menjadi gol. Skor berubah menjadi 3-2 untuk keunggulan Belgia, sekaligus memastikan Singa Teranga harus angkat koper dari Piala Dunia 2026.

Berikut adalah kronologi gol dalam pertandingan dramatis ini:

Waktu Tim Pencetak Gol Skor Keterangan
25′ SEN Habib Diarra 1-0 Gol pembuka, keunggulan Senegal
Awal Babak 2 SEN Ismaila Sarr 2-0 Menggandakan keunggulan Senegal
86′ BEL Romelu Lukaku 2-1 Memperkecil ketertinggalan Belgia
89′ BEL Youri Tielemans 2-2 Menyamakan kedudukan, memaksa extra time
120+5′ BEL Youri Tielemans 2-3 Penalti, gol kemenangan Belgia

Tangisan Pahit dan Komentar Sang Pelatih

Kekalahan yang sangat menyakitkan ini membuat para pemain Senegal tak kuasa menahan air mata. Lamine Camara, yang menjadi penyebab penalti, terlihat paling terpukul dan menangis tersedu-sedu di lapangan.

Usai pertandingan, pelatih Senegal, Pape Thiaw, mengungkapkan rasa sakit hatinya atas kekalahan ini. "Ini menyakitkan, tapi kita harus memberi selamat kepada tim yang telah berjuang habis-habisan," ujar Thiaw, seperti dilansir Yahoo! Sport.

Mengenai keputusan penalti, Thiaw memilih untuk tidak banyak berkomentar. "Saya tidak ingin mengomentari keputusan wasit. Semua orang boleh mengomentari penalti itu, tapi saya tidak ingin membahasnya," tegasnya.

Thiaw juga menyoroti kegagalan timnya dalam mengelola keunggulan dua gol. "Kami tidak berhasil mengelola keunggulan 2-0 dengan baik. Kami juga mengalami masalah fisik; ada pemain yang tidak bisa melanjutkan pertandingan, jadi kami terpaksa melakukan pergantian pemain. Kita harus menerimanya, begitulah sepak bola," pungkasnya, mencoba tegar menghadapi kenyataan pahit ini.

Baca Juga

gnews

Tags

Tinggalkan komentar